773 Juta Email Bocor dan Diperjualbelikan Hacker, Cek Emailmu di Sini

Terkini, Jakarta – Setelah skandal data cambridge analytica yang melibatkan facebook, kini kebocoran data dalam skala besar kembali terjadi.

Tercatat, lebih dari 87 GB informasi pribadi bocor dan dijual secara online.

Kebocoran tersebut pertama kali diungkap oleh peneliti keamanan siber serta pendiri situs Have I Been Pwned, Troy Hunt.

Koleksi data pribadi tersebut termuat dalam file dengan nama ‘Collection #1’, ini diunggah di layanan cloud Mega.

Dalam koleksi tersebut, terdapat 772.904.991 alamat email dan 21.222.975 password.

Dilansir dari detiknet, Minggu 20 Januari 2018, data-data yang berada dalam koleksi ini dikumpulkan dalam jangka waktu yang cukup lama dan berasal dari lebih dari 2.000 sumber yang berbeda.

Beberapa alamat email dan password dalam koleksi tersebut berasal dari tahun 2008.

Akan tetapi, ternyata koleksi sebesar 87GB ini hanya sebagian kecil saja dari total data yang dibocorkan secara online.

Sesuai namanya, ini hanya koleksi data pertama dari total keseluruhan yang jumlahnya mencapai 1TB.

Selain Collectuon #1, ada Collection #2 sebesar 526GB, Collection #3 sebesar 37GB, Collection #4 sebesar 178GB dan Collection #5 sebesar 42GB serta dua folder lainnya dengan total data mencapai 126GB.

Pendiri Krebs on Security, Brian Krebs pun mencoba berkomunikasi dengan hacker yang menjual akses terhadap data ini lewat Telegram. Dia mengaku sempat ditawari untuk membeli koleksi password sebesar 4TB dengan harga hanya USD 45 (Rp 638 ribu)

Ingin tahu apakah email anda pernah bocor dan termasuk dalam daftar ratusan juta yang diperjualbelikan itu?

Anda bisa mengecek sendiri kalau alamat email kalian termasuk dalam data-data yang bocor ini atau tidak lewat situs https://haveibeenpwned.com/.

Anda juga bisa mengecek masing-masing password jika ada yang terdampak lewat situs https://haveibeenpwned.com/Passwords.

Khawatir situs tersebut malah mengumpulkan data? Menurut ahli keamanan cyber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, mengungkapkan, situs pengecekan Have I been Pwned sebenarnya hanya berisi data alamat email dan keterangan apakah email tersebut masuk dalam data kredensial yang pernah bocor atau tidak.

Komentar

Rekomendasi

Tak Kuat Bakar Uang, OVO Cari Untung dengan Cara Ini?

Siap-siap, Isi Ulang Saldo OVO Bakal Dikenakan Biaya Rp1000

Perhatian, Windows 7 Dihentikan Mulai 14 Januari 2020

CDK Mamminasata Sosialisasi Aplikasi Lopina ke Nelayan

Samsung Kembali Luncurkan Dua Smartphone Lite, Berikut Keunggulannya

Mode Gelap Whatsapp Segera Hadir Mulai Tahun Depan

Tutup Layanan GoLife, Gojek Tetap Utamakan Kesejahteraan Mitra

Empat Pertanyaan Penting Sebelum Membeli Xiaomi Redmi 8

Almaz, Smart Technology SUV dengan Perintah Suara Bahasa Indonesia

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar