Terkini.id, Makassar – Direktur Operasional (Dirops) PD Parkir, Susuman Halim memaparkan bahwa pihak Gojek tak ingin bekerjasama dengan pihak Pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.
“Gojek itu tidak mau bekerjasama. Berulang kali saya datang malah dihadang marinir. Grab yang punya orang luar malah lebih peduli (care). Jangan mentang-mentang punyanya Menteri malah seperti itu,” kata dia, Rabu 4 Maret 2020.
Sugali, sapaanya, mengatakan kerjasama antara pihaknya dan Ojol harus tegas. Ia mengatakan kerjasama tersebut bukan hanya soal peningkatan PAD, namun yang paling prioritas adalah masalah kemacetan.
“Ini bukan hanya soal pendapatan, mereka kontribusi besar dalam kemacaten, sebelum ada Ojol, kota ini belum semacet ini. Ini persoalan keinginan untuk memperbaiki,” tutur Sugali.
Mantan Anggota DPRD ini menegaskan bahwa hal itu penting untuk segera dilakukan karena retribusi berkaitan dengan pelayanan jasa.
- May Day 2026 di Makassar Disiapkan Meriah, Wali Kota Munafri: Harus Jadi Momentum Kebahagiaan Buruh
- Kepala Bapenda Makassar Dampingi Wali Kota Terima Penghargaan Nasional di Hari Otda 2026
- Satu-satunya dari Luar Jawa, Makassar Raih Predikat Kinerja Tertinggi di Hari Otda 2026
- Hadiri HUT KPI Gereja Toraja, Wali Kota Munafri : Kota Makassar Dibangun dengan Semangat Kebersamaan
- Pemkot Makassar Perkuat Ketahanan Pangan, Dorong Sinergi Nasional di Tengah Tantangan Global
Sugali bahkan menyebut ada sebanyak 30.000 kendaraan dari pihak Gojek, 25.000 motor, dan 5.000 mobil. Hal itu, kata dia, turut menyumbang kemacetan di Kota Makassar.
“Mereka juga sering jontos-jontosan dengan jukir kita. Ini bagaimana manajemen Gojek, apakah ada politisasi? Seolah-olah kehadirannya tidak ada kaitannya dengan Pemkot. Kalau kalian sebut driver itu hanya mitra, Jukir kita itu juga mitra, kita menghidupi 2000 jukir,” kata Sugali.
Salah satu manajemen Gojek, Muh. Khomaeni merespons hal tersebut dengan mengatakan pihak Gojek melakukan perbaikan sistem aplikasi sebagai upaya agar tidak memacetkan arus lalu lintas di Kota Makassar.
“Memang penataan Ojol yang parkir, dan ketertiban ngetem merupakan isu utama kita. Tapi sistem kita sudah berubah, bukan lagi jarak tapi yang paling siap yang sementara berkendara,” ucap Khomaeni.
Ia mengatakan hal tersebut merupakan bagian dari improvement yang diakukan pihak Gojek. Ia mengaku akan siap komunikasi dengan Pemkot Makassar.
“Biar yang jadi mitra tidak ngetem. Tetapi kami sangat terbuka untuk komunikasi dengan Pemkot,” tandas Khomaeni.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
