Terkini.id, Jakarta – Badan Kepegawaian Negara (BKN) terus melakukan penelusuran terkait tindak kecurangan dalam seleksi CPNS 2021. Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian BKN Suharman mengatakan pihaknya menemukan beberapa titik lokasi penyelenggaraan ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD CPNS 2021) yang dicurigai terjadi proses kecurangan.
“Total yang sudah kami sampaikan kepada instansi di wilayah ini yang mereka sangat kuat melakukan kecurangan, lebih kurang di Makassar sebanyak 202 orang, 225 termasuk Lampung. Ini titik lokasi yang kami identifikasi berdasarkan semua sistem yang dikembangkan teman-tema PPSS (Pusat Pengembangan Sistem Seleksi),” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Junimart Girsang, mendesak agar Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) segera melakukan seleksi ulang secara menyeluruh agar masalah kecurangan tersebut clear.
Lebih lanjut dikatakan oleh Suharman bahwa pihaknya akan melakukan diskualifikasi kepada peserta yang ketahuan berbuat curang.
“Bukan diskualifikasi, ini kan ketahuan, bagaimana dengan yang lolos tidak ketahuan. Supaya lebih fair ya tidak ada pilihan, seleksinya yang perlu diulang. Kita khawatir ada peserta curang yang lolos dalam seleksi CPNS 2021. Jadi biar clear kita mendesak agar seleksi CPNS 2021 itu diulang saja, secara menyeluruh seleksinya. Terlepas ada atau tidaknya anggaran, ini konsekuensi,” ujar Junimart Girsang, Kamis 4 November 2021.
Dilansir dari Liputan6, bahwa sejak awal Komisi II DPR RI telah mengingatkan Kemenpan RB dan BKN dalam setiap rapat kerja dengar pendapat agar dalam pelaksanaan seleksi CPNS 2021 dilakukan berbasis IT, serta harus sudah mengantisipasi kemungkinan terjadi kebocoran materi soal-soal.
Dengan alasan, bahwa IT masih dikelola oleh manusia, jadi tidak menutup kemungkinan akan terjadi penyimpangan. Ternyata sekarang terbukti.
“Jauh-jauh hari, kita di Komisi II DPR sudah mengingatkan agar peluang curang dalam seleksi CPNS 2021 ini diantisipasi. Salah satunya melalui sistem operator model digitalisasi, harusnya semua berbasis IT karena sepanjang manusia masih menjadi operator, kecurangan akan terjadi dan itu terbukti sekarang,” papar Politisi PDI-Perjuangan itu.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
