Terkini.id, Jakarta – Adib Khumaidi, Ketua Terpilih Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengatakan bahwa Indonesia sudah melalui masa krisis pandemi covid 19. Sebab, menurutnya kasus harian covid 19 telah mengalami penurunan yang signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
“Kita sudah keluar dari krisis, mudah-mudahan kita tidak kembali pada krisis. Tinggal yang harus kita siapkan adalah adaptive recovery dan resiliensi dari sistem kesehatan,” kata Adib dalam acara daring yang disiarkan melalui kanal YouTube ILUNI FKUI, Minggu 12 Desember 2021.
Selanjutnya, Adib menilai pandemi virus corona di Indonesia akan memasuki fase endemi apabila pada Natal dan Tahun baru 2022 (Nataru) nanti tidak ada lonjakan kasus yang terjadi di seluruh daerah.
Oleh sebab itu, Adib mengingatkan kepada masyarakat akan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan (prokes) 3M harus dipertahankan bahkan ditingkatkan dalam mencegah lonjakan kasus Covid 19 pada Nataru mendatang. Adapun 3M yang dimaksud adalah memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.
“Kalau di bulan Januari tidak ada peningkatan kasus kita masuk ke dalam kondisi new normal,” kata dia, dilansir drai CNN Indonesia.
- Hari Dokter Nasional: Berbakti untuk Negeri Mengabdi untuk Rakyat
- Adip Khumaidi Dinilai 'Cengengesan'! Komisi IX DPR Sebut IDI Terlalu Arogan dan Elitis
- Netizen Ungkap 'Status' Ketua IDI yang Pecat Terawan Agus Putranto: Ini Orang yang Menjabat di ...
- Heboh! Aksi Protes Pemecatan Dokter Terawan, Disebut Hanya Keputusan Sepihak Ketua IDI?
- Pelaksanaan Vaksinasi, Ketua IDI Sebut Perlu Role Model dari Pimpinan dan Tokoh Publik
Lebih lanjut, Adib juga mengaku pihaknya sebagai garda terdepan sudah menyiapkan sejumlah ‘amunisi’ sebagai bekal menghadapi potensi gelombang tiga Covid 19 di Indonesia pada akhir atau awal tahun nanti.
Persiapan itu seperti SDM tenaga kesehatan hingga manajemen rumah sakit terhadap fluktuasi pasien Covid-19 yang dirawat inap.
Kendati demikian, Adib juga tetap mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk tetap mencukupi kebutuhan para tenaga kesehatan apabila memang benar-benar terjadi lonjakan kasus nanti.
Pemenuhan kebutuhan itu seperti alat kesehatan, badan medis habis pakai, hingga oksigen.
“Saya yakin teman-teman di lapangan, di daerah sudah bisa melakukan upaya itu. Kenapa? kita sudah belajar banyak, bulan Januari bulan Juli pada kenaikan kasus kemarin. Kesiapan-kesiapan kita dan bagaimana upaya koordinasi itu yang harus tetap diupayakan sehingga kita akan siap kalau ada lonjakan kasus,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
