Kementerian Pertanian memberikan perhatian besar kepada pengembangan petani milenial dengan harapan dapat mempercepat regenerasi petani.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyatakan bahwa peningkatan peran generasi muda pertanian dalam mengembangkan dan memajukan sektor pertanian, agar lebih prospektif dan berpeluang ekspor perlu diprioritaskan, sehingga dibutuhkan petani-petani muda yang dapat memberikan kontribusi dalam gerakan pembaharuan pembangunan pertanian.
Dalam menghadapi merebaknya Covid-19, kementerian pertanian telah membuat 6 strategi pertanian. Salah satunya bahwa Semuan insan pertanian tetap bekerja dengan semangat tinggi dan tangguh, mewujudkan kemandirian pangan bangsa dan menjadikan petani kita sehat sejahtera dan semangat, agar tetap terus berproduksi.
“Estafet petani selanjutnya adalah pada pundak generasi muda, mereka mempunyai inovasi dan gagasan kreatif yang sangat bermanfaat bagi kelangsungan pertanian. “Dibutuhkan sekelompok anak muda yang memiliki loyalitas dan integritas untuk memajukan pertanian Indonesia secara modern dan berorientasi ekspor agar Indonesia menjadi negara agraris yang mandiri pangan,” jelas Prof. Dedi Nursyamsi, M.Agr, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, kementerian pertanian.
Sejalan dengan itu, Salmayanti yang merupakan mahasiswa Polbangtan Gowa jurusan peternakan program studi penyuluhan peternakan dan kesejahteraan hewan. Bersama anggota kelompok peternak dan penyuluhan lapangan Bapak Dariatno membantu peternak melakukan penyuntikan vitamin B-Kompleks pada sapinya. Kamis (28/05).
- Touring 3.000 KM, RGOG Indonesia Perkenalkan Pesona Alam Sulawesi dan Aksi Sosial
- PT Pelindo Jasa Maritim Perkenalkan Model Integrasi Energi dan Pariwisata Maritim di Forum LNG Internasional
- Menebar Keikhlasan dan Kepedulian, Jamaah Masjid Nurul Falah Polbangtan Gowa Laksanakan Penyembelihan Hewan Qurban
- FISIP Unismuh Catat Prestasi, Prodi Administrasi Negara Raih Predikat Unggul
- Humas Kominfo Jeneponto, Makna Kurban Dan Pengabdian Sejati Seorang Pelayan Negara
Bertempat di Pekajo, Desa Mek’kala, Kecamatan Curio, Kabupaten Enrekang, kami mahasiswa yang melakukan kegiatan pendampingan bersama penyuluh di Kostratani melakukan penyuntikan Vitamin B-Kompleks pada sapi agar sapi tersebut meningkat nafsu makannya dan membantu mempercepat kesembuhan ternak saat terjadi infeksi,” ungkap Salmayanti.
Penyuntikan dilakukan dengan hati-hati, dalam penyuntikan kita harus memperhatikan keselamatan. Ketika akan menyuntik sapi, sebaiknya membuat ternak sapi terlebih dahulu tenang, sehingga memudahkan dalam menyuntikkan vitamin. Kriteria sapi yang di suntik yaitu sapi yang kurang nafsu makan dan pertumbuhan bobot badannya lambat,” urai Salmayanti
Kegiatan pendampingan mahasiswa selama masa darurat pandemi Covid-19 merupakan kegiatan mahasiswa untuk belajar bekerja praktis bersama salah satunya peternak di Desa Mek’kala yang diharapkan dapat menjadi sarana penerapan keterampilan dan keahlian mahasiswa bersama peternak yang mengusahakan ternak sapi.
Apa yang kami lakukan, tidak lain adalah membantu program pemerintah khususnya program kementerian pertanian untuk terus berproduksi sebagai hal utama yang tetap berjalan. Meskipun dalam keadaan merebaknya pandemi covid-19,” pungkas Salma.
“Rakyat tidak boleh bermasalah dengan pangan, Semua harus kerja ekstra di masa corona. Kita memang takut corona, tapi don’t stop, maju terus! Pangan harus tersedia. “Tanggung jawab menyediakan pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia merupakan spirit bagi keluarga besar Kementerian Pertanian dan semua pelaku pembangunan pertanian,” tegas Mentan SYL. (MUZ).
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
