Gulma merupakan salah satu kendala utama dalam memperoleh produksi yang tinggi dalam budidaya padi sawah dikarenakan persaingannya dalam mendapatkan nutrisi dan cahaya matahari pada fase pertumbuhan hingga fase pematangan bulir padi sangat besar sekali pengaruhnya terhadap penurunan hasil panen dan kualitas gabah.
Pengendalian gulma padi sawah menggunakan bahan aktif bentazon sudah umum dilakukan di negara dengan tenaga kerja pertanian yang minim seperti Australia dan Selandia baru. Penggunaan herbisida bentazon dilaporkan efektif untuk mengendalikan gulma teki dan daun lebar apabila ditambahkan bahan aktif MCPA/B (AGPRO, 2013). Pengendalian gulma menggunakan herbisida di Indonesia sendiri sudah umum dilakukan pada lahan perkebunan namun belum umum digunakan untuk mengendalikan gulma padi sawah.
Kegiatan ini salah satunya terjadi di Desa Pallangga Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa yakni Nur Adhayani sebagai mahasiswa Polbangtan Gowa yang melakukan pendampingan terhadap Bapak Zainuddin Dg.kassi selaku ketua kelompok tani Sunggumanai II dengan membantu petani mengendalikan gulma dengan melakukan penyemprotan pada tanaman padi. (18/05).
Pendampingan yang dilakukan mahasiswa merupakan upaya khusus pertanian dalam masa pandemi COVID-19 sebagai wujud untuk memberikan motivasi terhadap para petani yang berada lokasi untuk lebih rutin dalam merawat dan memelihara tanaman padi.
Kegiatan ini terjadi karna sesuai arahan kementerian pertanian untuk seluruh mahasiswa Polbangtan Gowa harus ikut andil dalam mengawal tetap tersedianya pangan dimasa pandemi Covid 19 ini” ujar Nur
- Sulsel Raih TPID Award dan TP2DD Championship 2026
- MG ZS Hybrid+ Resmi Hadir di Makassar, Tawarkan SUV Hybrid 214 PS
- Sudah Resmi Tersangka, Bupati Gowa Husniah Talenrang Belum Ditahan
- Peduli Kemanusiaan, PLN UID Sulselrabar Kembali Menggelar Donor Darah
- Okayama University Apresiasi Inisiatif UNM dalam Pengembangan Edukasi dan Inovasi Konstruksi
Peran pemuda khususnya dalam menggenjot ketersediaan pangan memang sangat dibutuhkan ditengah pandemi Covid-19 ini. Adanya pandemic Covid-19 tidak serta membuat kegiatan pertanian berhenti. Aktivitas pertanian harus berlanjut. Pertanian sebagai gerbang terdepan penyedia stok pangan nasional tetap semangat berproduksi.
Sesuai arahan Mentan SYL, pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang tidak boleh tertunda apalagi berhenti. Begitu pula kegiatan olah tanah, olah tanam hingga panen padi oleh petani harus tetap berlangsung di tengah pandemi global Covid-19.
Hal ini sejalan dengan permintaan Presiden Joko Widodo bahwa pertanian tetap harus terus berproduksi. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof Dedi Nursyamsi pun mengatakan ini di berbagai kesempatan.
Pandemi Covid-19 menjadikan sektor pertanian sebagai salah satu yang tetap harus bergerak, selain sektor kesehatan. Karenanya, ayo berjuang terus karena ketersediaan pangan di masyarakat adalah tanggung jawab kita,” jelas Dedi. “Jangan lupa untuk tetap perhatikan protokol penanganan covid 19 di lapangan,” imbuh Dedi. (UNY).
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
