Kewirausahaan merupakan proses kemanusiaan (human process) yang berkaitan dengan kreativitas dan inovasi dalam memahami peluang, mengorganisasi sumber-sumber, mengelola sehingga peluang itu terwujud menjadi suatu usaha yang mampu menghasilkan laba atau nilai. Hal ini menitikberatkan kepada aspek kreativitas dan inovasi seseorang dapat menemukan peluang.
Dengan melihat peluang kewirausahaan yang sangat besar menjadi bagian utama perekonomian di Indonesia dan menjadi tren di dunia usaha saat ini, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa mengadakan pelatihan dan sertifikasi kewirausahaan bagi Dosen, Calon Dosen dan PLP di Remcy Makassar. Minggu (29/12).
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Dr. Ir. Syaifuddin, MP selaku Direktur Polbangtan Gowa. Menurutnya, sebagai perguruan tinggi, dosen, calon dosen dan PLP merupakan pilar utama dalam pengembangan kewirausahaan. Dosen, Calon Dosen dan PLP sebagai entrepreneurship coaching harus memiliki dasar kompetensi di bidang pendamping kewirausahaan sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang berlaku tentang kewirausahaan industri.
Pendamping haruslah mempunyai pengetahuan dan pemahaman kewirausahaan akan dapat membimbing mahasiswa dalam menginisiasi dan mengembangkan usahanya sehingga terjadi proses akselerasi pertumbuhan wirausaha baru. Hal ini bagian dari Perguruan Tinggi dalam membantu pemerintah pada program kewirausahaan serta membuka peluang usaha dan mengurangi pengangguran,” pungkas Dr. Syaifuddin.
Sementara itu Dr. Ir. Kartika Ekasari Z, M.Si sebagai panitia pelaksana menyampaikan bahwa setelah mengikuti program ini diharapkan kemampuan tenaga pendamping meningkat dalam pengetahuan dan pemahaman pada program kewirausahaan yang telah ada seperti Program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP). Lanjutnya, kegiatan ini juga akan melahirkan tenaga pendamping kewirausahaan yang bersertifikat Badan Nasional sertifikasi Profesi (BNSP) khususnya pendamping dari Polbangtan Gowa. Pelatihan dan sertifikasi kewirausahaan akan dilaksanakan selama 3 hari dimulai tanggal 29 sampai 31 Desember 2019,” tutupnya.
- Polres Jeneponto Tegaskan Bakal Menutup Tambang Ilegal yang Terbukti Beroperasi, Publik Menunggu Langkah Nyata
- Pemkot Makassar Segera Lantik Kepala Sekolah Definitif
- Wali Kota Makassar Apresiasi Polisi Berantas Geng Motor, Pos Kamling Akan Diaktifkan
- Sulsel Jadi Provinsi Pertama Bentuk Komcad ASN, Wamenhan: Langkah Gubernur Andi Sudirman Patut Diapresiasi
- Komisi D DPRD Sulsel Desak Pemprov Segera Lunasi Sisa Pembayaran Lahan Stadion Sudiang
Menurut Dr. Wier Ritonga Direktur LSP Menbiska menyatakan bahwa peserta akan mengikuti uji kompetensi sebagai pendamping kewirausahaan pada hari ketiga. “Kegiatan ini diawali dengan pelatihan oleh P2SDM LPPM IPB dengan 10 unit skema pendamping kewirausahaan sesuai SKKNI selama dua hari, yakni 29- 30 Desember 2019 dan diadakan uji kompetensi pada Assesor LSP Menbiska yang berlisensi dari Badan Nasional Serfifikasi Profesi (BNSP),” paparnya.
“Motivasi merupakan hal penting dan utama yang diharapkan dari seluruh peserta”. (MUZ).
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
