Terkini.id, Jakarta – Kubu Moeldoko akan mengonfirmasi langsung kepada Panglima TNI Jenderal Andika terkait pernyataan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) soal kabar TNI terlibat dalam politik praktis. Hal ini diungkapkan M Rahmad selaku Juru Bicara Moeldoko, Rabu 24 November 2021.
Ia menyatkan jika pernyataan tersebut memang benar, berarti TNI berada dalam kondisi kritis dan membahayakan keamanan negara.
“Kami justru ingin minta konfirmasi ke Panglima TNI, apakah benar petinggi TNI rajin memberi masukan kepada AHY dan Demokrat? Jika benar, maka TNI berada dalam kondisi kritis dan membahayakan keamanan negara,” ungkap Rahmad.
Selanjutnya, Rahmad pun menantang AHY mengungkap siapa petinggi TNI yang disebut rajin memberi masukkan kepadanya bahwa hukum bisa dibeli. Ia merasa tidak menyangka dan percaya, sebab TNI harus netral dan tidak boleh masuk dalam arena politik praktis.
“Siapa petinggi TNI yang rajin memberi masukan ke AHY bahwa hukum itu bisa dibeli? Sejak kapan TNI aktif punya selera untuk masuk dalam arena politik praktis?” tanya Rahmad.
- Wali Kota dan Wawali Makassar Kompak Hadiri Penutupan Rakernas APEKSI XVIII, Perkuat Kolaborasi Pusat dan Daerah
- 38 DPD Demokrat se-Indonesia Dukung AHY Jadi Ketua Umum
- Dampingi Menteri AHY Serahkan 50 Sertipikat, Pj Gubernur Sulsel: Ini Memberikan Kepastian Hukum
- Konsolidasi dan Temu Caleg, AHY Optimis Demokrat di Sulsel Tambah Kursi DPR RI
- Ke Makassar, AHY Akan Beri Pengarahan ke Seluruh Caleg Demokrat di Sulsel
Selain itu Rahmad juga menilai bahwa tudingan AHY yang menyebutkan Moeldoko berupaya membeli hukum telah melecehkan penegak hukum di Indonesia.
“Itu (tudingan membeli hukum) pelecehan terhadap penegak hukum di Indonesia. Pertanyaan kami kepada AHY, hukum mana yang bisa dibeli dan siapa yang bisa dibeli? Jangan AHY merendahkan para penegak hukum bahwa mereka bisa dibeli,” ungkap Rahmad.
Dilansir dari Kompas bahwa sebelumnya AHY mendapatkan informasi kalau mantan Panglima TNI Jenderal Moeldoko akan menghalalkan segala cara untuk merebut kepemimpinan partai berlambang bintang mercy tersebut.
“Saya pribadi sempat diberi peringatan oleh senior-senior saya di TNI, KSP Moeldoko tidak akan berhenti sampai keinginannya tercapai. KSP Moeldoko akan melakukan langkah apapun, bahkan menghalalkan segala cara. Termasuk upaya yang senior saya katakan, upaya membeli hukum,” ungkap AHY.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
