Terkini.id, Jakarta – Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) disindir usai menyinggung bahwa buzzer kini menjadi profesi baru yang kerjaannya menyebar fitnah.
Orang yang menyindir itu adalah mantan politisi Partai Demeokrat, Ferdinand Hutahaean.
Ia mengutip lirik lagu penyanyi senior bernama Ebiet G Ade, khususnya pada bagian “tengoklah ke dalam sebelum bicara”.
Ferdinand meminta AHY untuk tidak menuduh yang lain buruk jika di dalam masih belum bersih.
“Ingat penggalan lagu karya Ebiet G Ade: Tengoklah kedalam, sebelum bicara, singkirkan debu yang masih melekat,” katanya melalui akun Twitter FerdinandHaean3 pada Selasa, 23 Agustus 2021.
- Unggah Foto Bersama Ruhut Sitompul, Twitter Ferdinand Hutahaean Dibanjiri Ratusan Komentar
- Ferdinand Hutahaean: Selama Tidak Ada Bukti, Perkataan Anies Baswedan dan Pendukungnya adalah Omong Kosong
- Anies Baswedan Dipanggil KPK Terkait Formula E, Ferdinand Hutahaean Titip Pertanyaan
- Ferdinand Hutahaean ke Anies Baswedan: Sudahlah Lebih Baik Diam, Sudah Tak Berguna!
- Kamaruddin Sebut Hukum Rusak di Tangan Jokowi, Ferdinand Hutahaean: Fokus Kasus Brigadir J, Jangan Beropini Jauh!
Adapun pernyataan AHY soal buzzer itu ia sampaikan dalan pidato politiknya pada Senin, 23 Agustus 2021.
AHY mengatakan bahwa di era post-truth politics, politik fitnah dan saling “membunuh karakter” memang bukan sesuatu yang baru.
Tapi, menurutnya, di era yang semakin digital ini, post-truth politics sangat mudah untuk diorkestrasi secara membabi buta.
“Hoax, black campaign, hate speech, dan berbagai format disinformasi lainnya, seolah menjadi norma baru dalam kehidupan demokrasi kita,” kata AHY, dilansir dari Detik News.
Menurutnya, keadaan ini merupakan suatu hal yang mengerikan sebab sangat mudah bagi siapa pun untuk menjadi korban fitnah, tanpa daya untuk mengklarifikasi.
Terlebih, lanjut AHY, kebohongan yang berulang-ulang, cepat atau lambat akan menjadi kebenaran baru.
AHY lantas menyinghung bahwa kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi, juga penetrasi media sosial yang semakin luas, seharusnya diikuti dengan kesadaran untuk menggunakannya secara lebih hati-hati dan bertanggung jawab.
“Kenyatannya justru sekarang ada profesi baru, yaitu pasukan buzzer yang memang pekerjaannya adalah memproduksi dan menyebar fitnah dan kebohongan,” kata AHY.
“Termasuk menghabisi karakter seseorang atau suatu kelompok yang dianggap berbeda sikap dan pandangan dalam situasi seperti ini,” lanjutnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
