Terkini.id, Jakarta – Mantan politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mempertanyakan sikap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) soal pengamalan Pancasila dan penindakan teroris.
Menurut Ferdinand, para politisi PKS kerap mengkritik upaya pengamalan Pancasila dan nasionalisme.
Di sisi lain, PKS justru terdepan dalam membela Hak Asasi Manusia (HAM) orang-orang yang dinyatakan sebagai teroris.
“Brur Mardani Ali Sera ijin bertanya, kenapa kalau upaya pengamalan Pancasila dan Nasionalisme, orang-orang PKS kritik?” katanya melalui Twitter FerdinandHaean2 pada Kamis, 17 Juni 2021.
“Sementara itu soal penindakan teroris, orang PKS juga selalu terdepan untuk melindungi HAM mereka dengan mengingatkan penegak hukum?” tambahnya.
- Unggah Foto Bersama Ruhut Sitompul, Twitter Ferdinand Hutahaean Dibanjiri Ratusan Komentar
- Ferdinand Hutahaean: Selama Tidak Ada Bukti, Perkataan Anies Baswedan dan Pendukungnya adalah Omong Kosong
- Anies Baswedan Dipanggil KPK Terkait Formula E, Ferdinand Hutahaean Titip Pertanyaan
- Ferdinand Hutahaean ke Anies Baswedan: Sudahlah Lebih Baik Diam, Sudah Tak Berguna!
- Kamaruddin Sebut Hukum Rusak di Tangan Jokowi, Ferdinand Hutahaean: Fokus Kasus Brigadir J, Jangan Beropini Jauh!
Selain menyentil Mardani Ali Sera, Ferdinand juga menyentil politisi PKS lain, yakni Hidayat Nur Wahid.
“Mungkin Hidayat Nur Wahid mau bantu jawab?” kata Ferdinand.
Dalam cuitannya yang lain, Ferdinand memang mengkritik sikap Mardani soal rencana pelaksanaan apel setiap Senin pagi, memperdengarkan lagu Indonesia Raya, dan pembacaan naskah Pancasila yang akan rutin dilakukan instansi pemerintah.
“Cara menanamkan nasionalisme dan cinta negeri termasuk nilai-nilai Pancasila mestinya lebih cerdas dan lebih fundamental,” katanya pada Kamis, 17 Juni 2021, dilansir daro Tempo.
Menurut Mardani, cara yang lebih cerdas dan fundamental itu bisa dilakukan pemerintah dengan memberantas korupsi, mendukung 75 pegawai KPK, hingga membahas Otsus Papua secara benar dan dijadikan diskusi bersama.
“Jauh lebih baik dan mencerdaskan,” ungkap Anggota Komisi II DPR itu.
Seperti diketahui, mulai 1 Juli 2021, instansi pemerintah diimbau untuk melaksanakan apel setiap Senin pagi.
Selain itu, instansi pemerintah juga diimbau untuk memperdengarkan Indonesia Raya setiap Selasa dan Kamis pada pukul 10.00 WIB.
Hal itu juga ditambah dengan membacakan naskah Pancasila setiap Rabu dan Jumat di pukul 10.00 WIB.
Instruksi di atas tertulis dalam surat imbauan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Tjahjo Kumolo.
Disebutkan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk memelihara dan memperkuat rasa kebangsaan dan cinta Tanah Air.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
