Terkini.id – Senator DPD RI, Ajiep Padindang meluncurkan buku yang digagas bersama Lembaga Pengembangan Kesenian dan Kebudayaan Sulawesi Selatan (LAPAKKSS).
Buku berjudul “Membaca Perubahan Sosial dan Peradaban Baru” diluncurkan, ketika Ajiep melakukan reses, di Red Corner Makassar, Minggu 2 Mei 2021.
“Awal-awal pandemi kita lebih banyak bertemu secara virtual. Akhirnya bisa lahir buku dengan judul Membaca Perubahan Sosial dan Peradaban Baru,” ujar Senator asal Sulawesi Selatan (Sulsel) ini.
Sejumlah organidasi hadir pada reses tersebut yaitu, Karang Taruna Sulsel, LAPKKSS, Forum Tagana Sulsel, dan @JIP Makassar
Pada kesempatan itu Ajiep Padindang juga menyampaikan bahwa telah melaksanakan kunjungan kerja (kunker) sekaligus reses di empat daerah yang menjadi titik kegiatan yakni Makassar, Parepare, Sidrap dan Bone.
- UU Pertambangan 2025, DPD RI dan Pemprov Sulsel Bahas Hilirisasi dan Green Mining
- Deputi DPD RI Buka Sosialisasi JDIH di Sulsel, Permudah Masyarakat Akses Produk Hukum Melalui Smartphone
- Wali Kota Makassar Dorong Kolaborasi dengan DPD RI untuk Percepatan Pembangunan
- Lanjutkan Pengabdian, Lily Amelia Salurapa Kembali Daftar Jadi Calon Anggota DPD RI
- 29 Bakal Calon Anggota DPD RI BMS, KPU Sulsel Beri Kesempatan Perbaikan
“Meski masih pandemi, tapi alhamdulillah. Kunjungan kerja dan reses bisa kami lakukan, di Makassar, Parepare, Sidrap dan Bone. Safari Ramadhan kami lakukan tiap tahun,” jelas Ajiep Padindang.
Pada kesempatan ini. Anggota DPD RI, dua periode ini menilai kebijakan Pemerintah memperketat protokol kesehatan untuk menekan pandemi covid-19.
“Saya prihatin karena Pemerintah dan tim satgas keluarkan kebijakan soal penerapan protokol kesehatan. Apalagi melarang masyarakat tertentu. (Kalau mudik boleh dilarang bagi ASN/TNI dan Polri. Tapi ada juga pengecualian,” tuturnya.
Hal yang dianggap tidak tepat adalah pembatasan bagi sejumlah Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) di Sulsel latau daerah lain.
“Kebijakan tidak boleh adalah angkutan darat antar kabupaten beroperasi. Kondisi masyarakat susah, kebijakan pemerintah lain kontradiktif. Saya sarankan mudik bileh dilarang bagi ASN. Tapi angkutan trasportasi jangan dilarang,” katanya.
Lanjut Ajiep, larangan itu akan berdampak pada adanya angkutan gelap mengangkut penumpang antar Daerah Kabupaten kota dan Provinsi
“Akan berdampak pada angkutan gelap, dan selama ini sudah terjadi seperti mobil carteran atau terminal bayangan,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
