Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa menggelar seleksi masuk secara online pada 1 Juli 2020. Ujian berlangsung berbeda dengan tahun sebelumnya yang menggunakan metode computer assisted test (CAT) terpusat. Tahun ini ini dilaksanakan online menggunakan aplikasi internal SmartCampus yang dimiliki Polbangtan Gowa.
Ujian ini dilakukan peserta dirumah mereka sendiri dengan menggunakan perangkat laptop dan koneksi internet pribadi yang mereka persiapkan sendiri, ini merupakan salah satu langkah kami juga untuk memutus rantai penyebaran covid-19, ujar Dr. Syaifuddin, Direktur Polbangtan Gowa.
Ujian yang kami laksanakan ini terdiri dari 3 mata ujian, Matematika, Bahasa Inggris dan Teknis Pertanian. Seluruh peserta wajib menyelesaikan ketiga mata ujian itu dalam waktu total 60 menit.
Soal yang kami sajikan berasal dari Pusat Pendidikan Pertanian, BPPSDMP, Kementerian Pertanian. Dan ujian ini dipantau langsung oleh perwakilan dari Pusdiktan, tambah Syaifuddin.
Pada tahun ini kami akan menerima 224 mahasiswa untuk 4 prodi melalui jalur undangan, kerjasama, jalur umum dan POSKM. Harapan kami, setelah mereka diterima, mereka akan fokus belajar dalam metode teaching farm pendidikan vokasi yang akan memfokuskan terciptanya petani milenial dan wirausahaan muda pertanian, tandas Syaifuddin.
- BPJS Ketenagakerjaan dan Kejaksaan RI Kompak Tingkatkan Perlindungan Pekerja Rentan di Sulawesi-Maluku
- Polbangtan Kementan, Dorong Generasi Muda, Bangun Startup Pertanian dan Peternakan Kompetitif
- Kini Lebih Nyaman, Warung Pallumara dan Ayam Tolping Tanjung Pindah Lokasi di Sawerigading
- Pena Petrofin Awards 2026 Dorong Kolaborasi Media dan Industri Energi di Makassar
- Jaga Keamanan dan Kestabilan Ekonomi Menjelang Idul Adha, Bupati Rakor Dengan Forkopimda Jeneponto
Sejalan dengan apa yang dilaksanakan Polbangtan Gowa, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, mengatakan bahwa ada 4 jurus jitu yang harus ditekankan dalam Pendidikan vokasi yakni, karakter, Pendidikan vokasi harus menciptakan generasi milenial.
Lanjut Mentan SYL, adalah kompetensi, memiliki sifat kritis dan kretaif. Sehingga nantinya milenial pertyanian dapat meningkatkan literasi tentang dunia pertanian, manajemen keuangan, orientasi pasar, sarana prasarana dan lainnya melalui dunia digital.
Sedangkan Kepala BPPSDMP kementan, Dedi Nursyamsi menambahkan Pendidikan vokasi dilakukan oleh kementerian pertanian untuk menghasilkan Qualifies Job Seeker dan Job Creator.
Nantinya kualifikasi ini dihasilkan melalui program kewirausahaan pertanian bagi pemuda tani, perguruan tani mitra, PNM, Polbangtan dan SMKPP binaan,” ungkap Dedi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
