Masuk

Bela Anies, Akhmad Sahal: Jangan Ada Paksaan dalam Agama, kalau Putrinya Gak Mau Berhijab, Hormati

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Amerika, Akhmad Sahal membela Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang disoroti karena putrinya tidak memakai jilbab.

Akhmad Sahal juga membela Anies Baswedan yang disindir karena menikahkan putrinya menggunakan Bahasa Arab.

“Kali ini saya bela Anies Baswedan dalam dua hal,” kata Akhmad Sahal melalui akun Twitter @sahal_AS, seperti dikutip terkini.id pada Minggu, 31 Juli 2022.

Baca Juga: Posting Video Anies Baswedan Ogah Tangannya Dicium, Husin Shihab: Dia Sudah Capek Berbohong

“1. Menikahkan dengan bahasa Arab. Ga masalah, biasa di kalangan muslim non Arab, khususnya santri,” sambungnya.

Akhmad Sahal mengingatkan bahwa tidak boleh ada pemaksaan dalam beragama. Jika putri Anies Baswedan memang tidak mau menggunakan jilbab, maka pilihannya mesti dihormati.

“2. Ga memaksakan putrinya pake jilbab, tapi berpakaian terhormat. Jangan ada paksaan dalam agama. Kalo putrinya ga mau berjilbab, hormati!” katanya.

Baca Juga: Tetapkan Anies Bacapres, Ketua Demokrat Sulsel: AHY Menjawab Harapan Masyarakat

Sebelumnya, Anies Baswedan disoroti karena putrinya, Mutiara Annisa Baswedan alias Tia tidak menggunakan jilbab.

Salah satu yang menyoroti hal ini adalah Dokter Tifauzia Tyasumma. Ia berpesan kepada Anies Baswedan untuk meminta putrinya memakai jilbab.

Dokter Tifa menyebut, Anies Baswedan akan mendapatkan 85 persen suara muslim jika hal ini dilakukan.

“Dear Anies Baswedan, untuk 2024, cuma kurang 1 langkahmu. Putrimu, Tia, pakaikanlah Jilbab,” kata Dokter Tifa melalui akun Twitter @DokterTifa, seperti dikutip terkini.id pada Sabtu, 30 Juli 2022.

Baca Juga: Aib Jokowi Bisa Terbongkar Jika Nasdem Tersingkir Dari Kabinet

“InsyaAllah 85% suara Muslim, dalam genggamanmu. Dengan cara sangat sederhana ini, dirimu paripurna,” sambungnya.

Selain untuk mengamankan suara, Dokter Tifa menyebut langkah ini juga penting untuk menjadi contoh bagi muslim lain.

“Sekaligus membebaskan umat Muslim dari pembenaran atas ketidakbenaran yang dilakukan Idolanya,” katanya.