Makassar Terkini
Masuk

Ruhut Sitompul Minta Maaf, Pegiat Media Sosial: Om Orang Berpendidikan, Kok Lemas?

Terkini.id, Jakarta – Pegiat Media Sosial Mustofa Nahrawardaya tanggapi Politisi PDIP Ruhut Sitompul pasca mengungkapkan permintaan maaf akibat mengunggah foto editan Anies Baswedan mengenakan pakaian adat Papua suku Dani, Koteka.

Hal tersebut disampaikan Mustofa Nahra melalui sebuah cuitan di akun media sosial miliknya.

Dalam cuitannya, Mustofa Nahra menyebutkan bahwa selama ini Ruhut Sitompul dikenal sebagai orang berpendidikan dan juga garang.

Namun saat menghadapi kasus hukum seperti ini malah menjadi layu. Lantas Mustofa meminta Ruhut mengakui kasus meme itu.

Mustofa Nahra juga menyebut Ruhut dikenal dengan lawyer handal. Sehingga bukan sifat asli Ruhut yang menjadi layu dan lemas saat menghadapi kasus hukum seperti ini.

“Om @ruhutsitompul orang berpendidikan. Lawyer terkenal. Garang. Kenapa menjadi layu? Lemas? Tak seperti yang saya duga. Malah meminta Polisi menangkap pembuatnya. Saran saya, ngaku aja: “SAYA TIDAK TAHU KALAU ITU GAMBAR HOAK”. Lalu hapus postingan. Maka anda akan slamet,” cuit Mustofa @@MNW_MNW_MNW. Sabtu, 14 Mei 2022.

Selain itu, Mustofa menilai kasus ini janggal. Menurutnya, ini bukan persoalan meme. Namun, narasinya.

Mustofa menyarankan polisi segera menangkap Ruhut kemudian mengusut untuk menelusuri siapa pembuatnya.

“Kasus @ruhutsitompul ini jelas janggal. Dia ngakui bahwa meme yg dia sebar bukan bikinannya. Padahal itu jelas HOAX. Tapi pelaku ini tak mau menghapus. Dengan alasan agar Polisi mengusutnya. Padahal bukan hanya soal meme. Tapi narasinya. Tangkap aja dulu Ruhut kemudian usut,” lanjutnya.

Sebelumnya, Ruhut Sitompul dan pelapornya Petrodes Mega Keliduan, memuji orang Papua. Ruhut mengatakan mereka orang-orang baik.

“Saya mohon ya, kawan-kawan siapapun yang membuat meme saya minta tolong polisi segera mengusutnya. Jadi Petrodes nggak usah khawatir. Salam hormat saya, saat dekat dengan Papua. Saya sering keliling ke tempat semua tempat Petrodes”, terang Ruhut.

Dia mengatakan hati rakyat orang Papua itu lembut dan memiliki rasa dan jiwa NKRI yang pekat.

“Rakyat Papua hatinya lembut. Saya rasa itu, rasa Indonesia NKRI. Terimakasih Petrodes,” tukas Ruhut.

Laporan itu diterima oleh Polda Metro Jaya dengan nomor laporan LP/B/2299/SPKT/Polda Metro Jaya, tertanggal 11 Mei 2022.

Ruhut dilaporkan dengan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45A ayat (2) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi elektronik (ITE). Polisi membenarkan adanya laporan ini.