Terkini.id, Cikarang – Banjir di Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, yang tinggi mempersulit langkah evakuasi. Karena tingginya genangan air, jenazah Racin (65) tak bisa diangkut dengan ambulans, tapi harus mengunakan perahu karet.
Seperti yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Bekasi dan pihak Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi.
Ia mengevakuasi jenazah seorang warga Desa Labansari bernama Racin Keranda mayat diangkut perahu karet dengan menerjang banjir, Selasa 9 Februari 2021.
Mengutip suaracom, jaringan terkini.id, Camat Cikarang Timur, Ropi mengatakan, keranda mayat diangkut perahu lantaran tidak ada akses lain untuk melewati banjir.
Menurutnya keranda mayat diangkut perahu karet milik BPBD Kabupaten Bekasi.
- Gojek dan Yayasan GoTo Merah Putih Beri Beasiswa S1 untuk Ratusan Mitra Driver dan Keluarga
- Pertamina Pastikan Pasokan BBM Aman Selama PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo
- Pemkot Makassar Kukuhkan 47 Kepala Puskesmas Definitif, Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat
- BMKG: Sejumlah Wilayah Sulsel Berpotensi Diguyur Hujan Ringan Hari Ini 17 Juni
- Minta Maaf Secara Terbuka, Kapolres Jeneponto Jamin Berikan Sanksi Tegas Polis yang Intimidasi Wartawan
“Jadi ada warga kita yang meninggal karena sakit paru-paru usianya 65 tahun, karena situasinya banjir jadi evakuasi korban tidak mungkin jalan kaki, jadi kita berinisiatif pakai perahu milik BPBD,” kata Ropi
Dia menjelaskan, proses evakuasi jenazah tersebut cukup jauh. Personel
yang melakukan evakuasi harus menerjang banjir yang melanda wilayah setempat.
“Jaraknya cukup jauh mungkin sekitar 500 sampai 700 meter,” ujarnya.
Setelah dievakuasi, jenazah Racin dimakamkan di pemakaman setempat.
“Jenazah langsung dimakamkan di Cipayung,” tutupnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
