Terkini.id, Gresik – Gara-gara air sungai di Kali Lamong naik saat musim hujan dan tak memiliki jembatan, proses pemakaman warga di Gresik, terpaksa harus dilalui dengan cara berenang sambil mengusung keranda mayat.
Proses pemakaman yang berlangsung Selasa, 12 Februari 2019, tersebut adalah pemakaman almarhum Sayu, warga Dusun Gorekan Lor RT XII/RW VI, Desa Cermen, Kecamatan Kedamean.
Pemakaman jenazah kakek 80 tahun itu berlangsung dramatis. Pasalnya, warga yang mengantarkan almarhum Sayu ke tempat peristirahatan terakhir, harus berjuang menyeberangi sungai yang arusnya cukup deras.
Mengenakan pelampung, warga susah payah melewati aliran sungai sedalam dada orang dewasa tersebut sambil mengusung keranda mayat.
Dengan bantuan ban karet dan 15 buah pohon pisang, keranda pembawa jenazah ini mengapung di sungai dan dituntun oleh beberapa orang.
Tanggapan Kepala Desa Cermen

- Viral, Kesaksian Pria Diduga Tentara AS Heran Israel Tak Bisa Kalahkan Hamas: Mereka Seperti Melawan Hantu
- Heboh, Video Viral Kepala Capres Ganjar Pranowo Terbentur Lonceng Besi
- Video Viral, ABK Intan Berlian Minta Tolong Usai Kapal Tenggelam, Jawaban Komandan Bikin Geram
- Ketua DPRD Bantaeng Ungkap Kronologis Kejadian Video Marah yang Viral
- Viral, Tak Tega Lihat Karyawan Sholat di Sela Rak Toko, Bos Langsung Bikin Mushola
Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Desa Cermen, Mochammad Suhadi mengatakan, sebenarnya ada TPU di Dusun Gorekan Kidul yang bisa dijadikan alternatif pemakaman warga Dusun Gorekan Lor, sehingga tak perlu menyeberang sungai.
Namun masalahnya, kata dia, kalau musim hujan seperti sekarang, kondisi tanah sulit digali karena basah dan keluar air.
“Sehingga mau tidak mau, pemakaman warga Dusun Gorekan Lor yang meninggal, terpaksa harus menyeberang sungai,” ujar Suhadi, dikutip dari laman Merdeka, Kamis 14 Februari 2019.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
