Terkini.id, Makassar – Aksi jambret tas yang dilakukan oleh dua orang tidak dikenal (OTK) di Jalan Sunu 3, Kelurahan Suangga, Kecamatan Tallo, Makassar terus dikejar oleh pihak kepolisian wilayah Tallo.
Peristiwa yang sempat terekam kamera CCTV tersebut terjadi sekitar pukul 22.30 Wita. Korbannya diketahui adalah seorang pengusaha kue Toko Bakery Hidayat bernama Hj. Rukayya.

Atas insiden itu, Rukayya dilaporkan mengalami kerugian puluhan juta. Uang tunai sebanyak Rp 13 juta dan emas 15 gram serta beberapa barang berharga lainnya yang ia simpan dalam tasnya raib dibawa kabur OTK.
Kanit Reskrim Polsek Tallo, Iptu Ahmad Saiyyed saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut, dimana pihaknya saat ini sedang melakukan penyelidikan. Sejumlah saksi telah diperiksa dan dimintai keterangan.
“Kita sudah melakukan penyelidikan, adapun beberapa saksi sudah kita ambil keterangannya, interogasi. Kemudian ada beberapa petunjuk CCTV yang kita ambil dari rumah korban dan mudah-mudah ini menjadi jalan kita bisa mengungkap kasusnya,” kata Ahmad pada Terkini.id, Selasa 14 September 2021.
- Pelaku Jambret Tas Pegusaha Kue di Tallo Masih Buron, Empat Saksi Diperiksa
- Usai Lancarkan Aksinya, Pelaku Jambret Diringkus Tim Pegasus
- Napi Asimilasi Corona Ini Kembali Dibekuk Resmob Polda Kalbar, Usai Lakukan Penjambretan
- Wanita di Makassar Menangis Histeris Usai Jadi Korban Jambret Depan Kantor Polda
- Waspada, Jambret di Makassar Kini Beraksi pada Siang Hari saat Jalanan Sepi
Kejadian itu berawal saat Rukayya pulang kerumahnya menggunakan mobil taksi online bersama menantu dan cucunya.
Setelah tiba di depan rumahnya di jalan Sunu 3, tiba-tiba dua orang pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor mendekat dan merampas tas Rukayya seperti yang terlihat dalam rekaman CCTV.
Korban dan warga sekitar terlihat mengejar pelaku, namun ia berhasil kabur.
“Sepertinya tidak (diikuti) karena korban dari arah utara, mobil grab maxxim (berlawanan arah). Kita belum dapat apakah korban diikuti atau diintai. Kita Belum dapatkan fakta karena pelakunya masih dalam penyelidikan,” ujarnya.
Ada pun uang puluhan juta yang raib itu disebut Ahmad berasal dari hasil usaha jualan kue yang korban kumpulkan dari pagi hingga malam.
Selain itu Ahmad meluruskan sejumlah pemberitaan yang mengatakan korban kehilangan uang tunai sebanyak Rp 85 juta. Dari hasil interogasi Polisi, Rp 85 juta itu sudah termasuk nota-nota tagihan korban.
“Korban awal kejadian mengatakan kerugian total Rp 85 juta, namun berdasarkan interogasi ulang, kerugian sebetulnya barang yang ada di dompet itu, uang tunai Rp 13 juta, kemudian emas 15 gram dan handphone Samsung lipat, itu saja,” sebutnya.
“Jadi itu kenapa Rp 85 juta karena dia gabung dengan nota-nota tagihan, itu dianggap juga kerugian, yang ada di dalam dompet. Kalau kerugian itu sekitar Rp 30 sampai Rp 33 juta lebih kalau ditaksir yah, dengan materil,” tambahnya.
Atas kejadian itu, Ahmad mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan tidak membawa uang tunai serta barang berharga lainnya jika sedang keluar rumah. Mengingat aksi kejahatan bisa terjadi kapan saja.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
