Jambret Handpone di Jeneponto, Pelaku Ditangkap di Makassar

Tim Pegasus Polres Jeneponto yang di pimpin Aipda Abd Rasyad kembali meringkus pelaku tindak pidana jambret, Kamis, 15 Agustus 2019 sekitar pukul 00.24 wita

Terkini.id,Jeneponto – Tim Pegasus Polres Jeneponto yang dipimpin Aipda Abd Rasyad kembali meringkus pelaku tindak pidana jambret, Kamis, 15 Agustus 2019 sekitar  pukul 00.24 wita dinihari.

Saat melakukan penangkapan, tim Pegasus Sat Reskrim Polres Jeneponto dibackup oleh team Resmob Polda yang dipimpin AKP Edy Sabara.

Pelaku jambret diduga bernama Jusman Bin Syarifuddin (27) merupakan warga Maccini pasar malam 2 no. 2 Kelurahan Makassar Kecamatan Makassar Kota Makassar ditangkap berdasarkan LP / B / 81 / II / 2019 / RES JPT / SULSEL.

Tim Pegasus Polres Jeneponto Aipda Abd Rasyad, mengatakan pelaku melakukan aksinya pada bulan Februari 2019 lalu saat korban menjual martabak sekitar  pukul 00.24 wita, di jalan Pahlawan Kelurahan Empoang Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto.

“Korban sementara menjual martabak dan kemudian Handponennya dipegang oleh anaknya dan tiba-tiba datang pelaku langsung merampas handpone tersebut dan lari menggunakan motor,” jelas Aipda Abd Rasyad.

Menarik untuk Anda:

Menurut, Abd Rasyad, penangkapan dilakukan setelah melakukan penelusuran dan mendapat  informasi dari masyarakat bahwa handpone tersebut dikuasai oleh seseorang yang tinggal di Makassar.

“Dari informasi itu, Tim melakukan koordinasi dengan tim monitoring Resmob Polda Sulsel, dan langsung bergerak mencari alamat tersebut di jalan Maccini pasar malam 2 Kota Makassar yang dimaksud dan berhasil mengamankan terduga pelaku dan barang bukti,” ungkapnya.

Saat diinterogasi pelaku mengakui bahwa handpone tersebut dibeli melalui aplikasi OLX sekitar bulan Februari 2019.

“Pelaku sekarang diamankan di kantor Polres Jeneponto,” tutupnya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Paramater Politik Indonesia Sarankan Jokowi Tidak Terlampaui Panik

Update Covid-19 Indonesia per 23 Oktober, Bertambah 4.369 Kasus

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar