Aktivis Minta Penegak Hukum Proses Oknum Dokter yang Diduga Malpraktek di RS Bantaeng

Mahasiswa mahasiswa fakultas hukum (FH) Universitas Sawerigading Makassar. Yudha Jaya. (Terkini.id/Syarief)

Terkini.id,Jeneponto – Mahasiswa mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Sawerigading Makassar, Yudha Jaya berharap pihak penegak hukum untuk memproses kasus dugaan malpraktek yang diduga dilakukan oleh oknum dokter di rumah sakit (RS) Prof.Dr.Anwar Makkatutu Bantaeng

“Oknum Dokter tersebut harus diproses hukum jika terbukti melakukan malpraktek, karena ini menyangkut nyawa seseorang (pasien),” kata Yudha Jaya kepadaterkini.id, yang dikonfirmasi lewat pesan whatsappnya, Senin, 2 Juli 2020

Dia menduga dugaan malpraktek yang dilakukan oleh oknum dokter di RS Anwar Makkatutu Bantaeng merupakan bentuk tidak profesionalnya seorang dokter.

“Itu diduga bentuk tidak profesional oknum dokter tersebut yang bisa berakibat fatal, masalah itu harus diusut tuntas, sebagaimana diatur dalam UU. No. 23 Tahun 1992 tentang kesehatan, dan UU No. 29 Tahun 2004 tentang kedokteran serta Kitab undang-undang hukum pidana (KUHP),” tegas Yudha Jaya

Dia juga mendesak Dinas Kesehatan Bantaeng untuk mengavaluasi tempat praktek dokter tersebut.

Menarik untuk Anda:

“Karena kasus ini berawal dari tempat praktek (klinik pribadi), maka, Dinas Kesehatan Bantaeng sebaiknya melakukan evaluasi terhadap tempat praktek tersebut, jika perlu cabut izin praktek klinik tersebut,” tegas Yudha.

Selain itu, Mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Sawerigading Makassar asal Kabupaten Bantaengitu juga berharap agar Direktur RS Anwar Makkatutu Bantaeng bersama komite medis untuk membentuk tim investigasi dan transparansi dalam tindak lanjut kasus tersebut.

“Saya berharap Direktur RS Anwar Makkatutu harus bertindak dan Komite medis harus melakukan fungsinya, tentunya kita harapkan untuk membentuk tim investigasi dan transparan ke publik apa hasil rapat komite medis tersebut,” harapnya.

Diman Nursanti HP Binti Paggama (36) warga BTN Pepabri Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, merasa dirugikan dan dibohongi oleh oknum dokter saat dikuret di Rumah Sakit (RS) Anwar Makkatutu Bantaeng

“Yang kami pertanyaannya, saat saya di kuret pada, Kamis 14 Mei 2020 apa yang dokter angkat dan bersihkan, karena saya dibawa masuk di ruang kuret sekitar pukul 12.30 wita selesai pukul 15.00, dan setelah kontrol di tanggal 26 Mei saat dokter Indirawati lagi yang periksa dan USG hasilnya janin dan dia ( dokter Indirawati) menyangkal kalau dia yg tangani saya saat dikuret di hari Kamis, 14 Mei, dan saya dikuret kembali pada 28 Mei 2020,” kata Nursanti

Karena merasa dirugikan Nursanti melalui suaminya melaporkan perilaku dokter Indrawati ke Polres Bantaeng dengan Laporan Kepolisian : LP/146/V/2020/SPKT tanggal 30 Mei 2020 dengan perkara Mal Praktik di Rumah sakit Anwar Makkatutu Bantaeng dan Tanda Bukti laporan nomor: TBL/146/V/2020/SPKT

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Mewujudkan Mimpi Warga Desa Bontorappo Jeneponto, Mengasah Jalan dengan Kebersamaan

Sasar Warga Miskin,TMMD Wujudkan Mimpi Lansia yang Puluhan Tahun Tidur Beralaskan Tanah

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar