Masuk

Alami Musibah Kelumpuhan, Seorang Nelayan Ini Terancam Dideportasi dari Australia!

Komentar

Terkini.id, JakartaSeorang nelayan Eric Vavaki, asal Kepulauan Solomon, belum lama ini menuai sorotan publik di Australia.

Hal tersebut terjadi lantaran diketahui dirinya tak pernah menyewa tempat tinggal di darat.

Bekerja selama empat tahun di kapal nelayan tersebut, kadang hanya satu-satunya yang bekerja selain kapten kapal, mimpinya adalah menjadi warga tetap di Australia.

Baca Juga: Viral Netizen Hujat Pendakwah Karena Sebut Minum Susu Berlebihan Sebabkan Mata Rabun, Benarkah?

Namun nasin dramatis menimpahnya beberapa bulan lalu. Dimana ketika mobil yang ditumpanginya mengalami kecelakaan berat di Toogoolawah di Queensland Tenggara.

Akibat kecelakaan itu bagian bawah tubuhnya lumpuh. Ia harus menjalani rehabilitasi selama tujuh bulan di Rumah Sakit Princess Alexandra di Brisbane.

Eric berhak mendapatkan kompensasi, berdasarkan aturan di Australia bernama NIISQ, yang dimaksudkan membantu korban kecelakaan berat lalu lintas. Tapi skema itu tidak membantu membayar tempat tinggalnya sampai dia sembuh lagi.

Baca Juga: Viral Pelajar Tendang Nenek di Tapsel, Mahfud MD Kesal: Anak-anak Itu Sangat Biadab

Karena tidak bisa bekerja dan tidak memiliki tempat untuk tinggal, Eric menghadapi kemungkinan dideportasi setelah keluar rumah sakit. Dikutip Terkini.id dari Jaringan Suara.com. Kamis, 6 Oktober 2022.

Selain dari itu, Eric mengatakan salah satu hal yang paling berat dalam menyesuaikan diri hidup dengan kursi roda adalah meminta tolong orang lain untuk mendorong kursi rodanya saat ada jalan menanjak.

“Saya jadi merasa sedih sepertinya semua dalam kehidupan saya berubah,” katanya.

Lanjut “Saya hanya berusaha berpikir positif setiap hari dan melakukan apa yang bisa saya lakukan.”

Baca Juga: Viral! Ketua DPRD Lampung Tengah Dipeluk Lurah Wanita Adipuro

Dia mengatakan saat terbangun sadar dari kecelakaan, pikiran pertamanya adalah bagaimana cedera yang dialaminya akan memengaruhi masa depannya untuk tinggal di Australia.

“Pikiran pertama saya ‘apa yang akan saya lakukan berikutnya?'” katanya.

“Apakah saya akan bisa melanjutkan bekerja? Bagaimana hidup saya selanjutnya?”

Eric mengatakan meski ia memiliki keluarga dan teman-teman di Brisbane, dia tidak bisa tinggal bersama mereka karena tempat tersebut tidak ramah untuk difabel seperti dirinya.

Dia berharap akan bisa tinggal sendirian dan mendapat pelatihan kembali untuk bisa bekerja di sektor perikanan, di bidang yang bisa dilakukannya menggunakan kursi roda.

Sementara itu, Pengacara Andrew Whealey selama ini sudah membantu Eric dari sisi hukum.

Dia mengatakan Eric sudah bertahun-tahun menjadi pekerja yang membayar pajak dan seharusnya tidak dibiarkan hidup terlantar.

“Orang ini sudah berada di sini selama beberapa tahun bekerja keras di bidang yang tidak banyak orang yang mau bekerja karena sulit dan dia melakukannya dengan tersenyum,” katanya.

“Saya kira ini tidak benar, bahwa seseorang yang sudah memberikan kontribusi untuk skema seperti ini tidak bisa mendapatkan manfaatnya.”

Desakan agar biaya akomodasi ditanggung
Car in a field after crash. Skema NIISQ mendapat pendanaan di negara bagian Queensland dari dana yang dibayar oleh pengendara mobil, ketika memperbarui pendaftaran kendaraan dan juga pembayaran asuransi pihak ketiga yang sifatnya wajib.

Tujuan dari pendanaan ini adalah untuk membiayai perawatan, bantuan dan dukungan kepada mereka yang hidupnya berubah total karena kecelakaan lalu lintas.

Biaya yang ditanggung adalah rehabilitasi dan layanan kesehatan, serta pelatihan, transportasi dan modifikasi akomodasi.

Menurut Andrew, seharusnya biaya akomodasi seperti menyewa rumah juga ditanggung.

“Yang kami inginkan adalah diskusi dan akhirnya ia bisa diterima karena ia tidak punya tempat tinggal, dia tidak akan mendapatkan perawatan, atau mendapat dukungan,” katanya.

“Tanpa tempat tinggal, tanpa makanan, bagaimana kita bisa memenuhi ketentuan lain dalam skema tersebut?”

Kemungkinan akan dideportasi
Pekan lalu, Eric sudah mendapatkan visa sementara di saat Departemen Dalam Negeri Australia mempertimbangkan permohonannya untuk mendapatkan status permanen.

Juru bicara Departemen Dalam Negeri mengatakan dalam sebuah pernyataan jika mereka tidak akan melakukan deportasi di saat proses permohonan berjalan.

Namun Eric yang segera harus meninggalkan rumah sakit tidak memiliki tempat tinggal.