Terkini.id, Makassar – Dalam sesi wawancara dengan terkini.id, Senin 11 Februari 2019, Protokol Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Fauziah Muin melihat Makassar sebagai tempat yang tepat untuk mewakili Indonesia Timur dalam melaksanakan kegiatan Diplomasi Festival (Diplofes).
Kegiatan Diplofes ini, ujar Fauziah, untuk melibatkan partisipasi masyarakat terkait tugas dan peran Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).
“Untuk memperkenalkan ke masyarakat luas, baik pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Mahasiswa, bahwa tugas Kementrian Luar negeri itu apa? Tugas diplomat itu tugasnya apa di luar negeri?” tanya Fauziah.
Fauziah juga menerangkan persoalan teknis kegiatan Diplomasi Festival yang akan dilaksanakan pada tanggal 22-23 Februari 2019 mendatang.
“Akan ada workshop (pelatihan) bagaimana sidang PBB itu berlangsung, kemudian bagaimana cara menyambut tamu negara,” kata Fauziah.
- Norden Puji Standar Keselamatan PJM, Sebut Layanan Pandu Tunda Andalkan Komunikasi Efektif
- Indonesian Podcast Festival 2026 Resmi Digelar di Makassar, Hadirkan Podcaster Nasional dan Lokal
- Bangun Makassar Berbasis Evidence, CIDES ICMI Sulsel Siap Kawal Kebijakan Pemkot
- TIM GASTA Tampil Memukau, Formasi Stupa Borobudur Warnai Penurunan Merah Putih di Karebosi
- Local Media Community Bahas Strategi Media Menghadapi Badai Efisiensi di Makassar
“Posisi bendera negara kita dimana, bendera negara asing itu dimana, itu ada simulasi-simulasinya,” tambahnya.
Selain itu, Rachmat Budiman, juga menjawab pertanyaan dari terkini.id terkait alasan mengapa Makassar dipilih sebagai tempat kegiatan.
“Karena makassar punya potensi dan banyak pengalaman dalam pelaksanaan komunikasi dengan dunia luar,” jawab Rachmat selaku Inspektur Jenderal Kementerian Luar Negeri.
Tempat pelaksanaan Diplofes di Makassar
Kunjungan pihaknya di kediaman Walikota ini, tutur Rachmat, sebagai upaya untuk membangun komunikasi. Ingin meminta masukan terkait lokasi kegiatan yang memudahkan para generasi muda untuk turut hadir di kegiatan ini.
“Kementerian luar negeri harus mengetuk pintu dan memohon bantuan baik secara moral, maupun hal-hal yang terkait dengan kelancaran pelaksanaan kegiatan itu sendiri,” imbuhnya.
Hasil pembicaraan rapat tadi, ungkap Rachmat, mengeluarkan beberapa alternatif, namun itu masih dalam proses penjajakan.
“Ada beberapa alternatif, di parkir Vivo Mal, Triple Ccc, terakhir di Universitas Hasanuddin (Unhas). Intinya bagaimana akses untuk generasi muda ke sana. Kita ingin sebanyak mungkin menarik hadirin untuk kegiatan tersebut,” tandas Rachman.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
