Ini Alasan Mengapa Makassar Dipilih Jadi Tempat Diplomasi Festival Kemenlu RI

Danny Pomanto
Walikota Makassar, Danny Pomanto, menyambut Tim Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) di kediamannya, Jalan Amirullah. (foto: terkini.id/Kamsah)

Terkini.id, Makassar – Dalam sesi wawancara dengan terkini.id, Senin 11 Februari 2019, Protokol Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Fauziah Muin melihat Makassar sebagai tempat yang tepat untuk mewakili Indonesia Timur dalam melaksanakan kegiatan Diplomasi Festival (Diplofes).

Kegiatan Diplofes ini, ujar Fauziah, untuk melibatkan partisipasi masyarakat terkait tugas dan peran Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

“Untuk memperkenalkan ke masyarakat luas, baik pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Mahasiswa, bahwa tugas Kementrian Luar negeri itu apa? Tugas diplomat itu tugasnya apa di luar negeri?” tanya Fauziah.

Fauziah juga menerangkan persoalan teknis kegiatan Diplomasi Festival yang akan dilaksanakan pada tanggal 22-23 Februari 2019 mendatang.

“Akan ada workshop (pelatihan) bagaimana sidang PBB itu berlangsung, kemudian bagaimana cara menyambut tamu negara,” kata Fauziah.

“Posisi bendera negara kita dimana, bendera negara asing itu dimana, itu ada simulasi-simulasinya,” tambahnya.

Selain itu, Rachmat Budiman, juga menjawab pertanyaan dari terkini.id terkait alasan mengapa Makassar dipilih sebagai tempat kegiatan.

“Karena makassar punya potensi dan banyak pengalaman dalam pelaksanaan komunikasi dengan dunia luar,” jawab Rachmat selaku Inspektur Jenderal Kementerian Luar Negeri.

Tempat pelaksanaan Diplofes di Makassar

Kunjungan pihaknya di kediaman Walikota ini, tutur Rachmat, sebagai upaya untuk membangun komunikasi. Ingin meminta masukan terkait lokasi kegiatan yang memudahkan para generasi muda untuk turut hadir di kegiatan ini.

“Kementerian luar negeri harus mengetuk pintu dan memohon bantuan baik secara moral, maupun hal-hal yang terkait dengan kelancaran pelaksanaan kegiatan itu sendiri,” imbuhnya.

Hasil pembicaraan rapat tadi, ungkap Rachmat, mengeluarkan beberapa alternatif, namun itu masih dalam proses penjajakan.

“Ada beberapa alternatif, di parkir  Vivo Mal, Triple Ccc, terakhir di Universitas Hasanuddin (Unhas). Intinya bagaimana akses untuk generasi muda ke sana. Kita ingin sebanyak mungkin menarik hadirin untuk kegiatan tersebut,” tandas Rachman.

Berita Terkait
Direkomendasikan
Komentar
Terkini