Aliansi BEM SI Demo Besok, Ini Pesan MUI Untuk Mahasiswa

Aliansi BEM SI Demo Besok, Ini Pesan MUI Untuk Mahasiswa

A
Weren Timo
Administrator

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) akan melaksanakan demo secara besar-besaran besok. Adapun kode etik berupa pesan Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas dalam menyoroti agenda ini.
 
Menurut Waket MUI, mahasiswa menjadi salah satu garda terdepan dalam aksi demonstrasi skala nasional menolak presiden 3 periode yang akan digelar pada  2022, Senin besok.

Dirinya mengingatkan, demonstrasi merupakan bagian dari demokrasi dan dilindungi oleh Undang-undang.

“Mereka (mahasiswa) akan menyampaikan sikap dan tuntutan penting kepada pemerintah, yaitu menolak perpanjangan masa jabatan presiden menjadi  dan penundaan”. 

“Di samping itu, mereka juga mendesak pemerintah agar bisa menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan jaminan kesediaan barang-barang pokok bagi masyarakat, serta juga menuntut agar pemerintah membatalkan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja,” kata Anwar dalam rilisan Kumparan, Minggu, 10 April 2022.

Kepada aliansi mahasiswa dan rakyat yang akan turun jalan, Waket MUI meminta agar aspirasi disampaikan dengan baik dan tertib.

“MUI mengimbau kepada yang akan melakukan demonstrasi dan juga kepada semua pihak agar dalam menyampaikan aspirasinya hendaklah dilakukan dengan tertib, tidak anarkis dan tidak melanggar hukum, serta tetap bisa menjaga kebersihan lingkungan dan tidak mudah terprovokasi,” himbau Anwar.

Lanjut Waket MUI, sebagai bagian dari demokrasi dan dilindungi UU, Anwar berpesan kepada pemerintah agar menghormati hak-hak dan rakyat yang ikut dalam aksi ini.

“Maka MUI mengimbau kepada pemerintah dan seluruh pihak terkait agar menghormati hak-hak dari mahasiswa dan rakyat yang ikut berunjuk rasa dengan tidak menghambat dan menghalang-halangi kelompok mahasiswa atau peserta unjuk rasa yang akan datang ke Jakarta, yang akan datang dari berbagai daerah agar mereka bisa menyampaikan aspirasinya dengan baik,” lanjutnya.

Sementara kepada aparat keamanan,Waket MUI berpesan agar mengendalikan diri, tidak menggunakan senjata tajam, dan kekerasan dalam mengamankan jalannya aksi.

“Kepada pihak aparat keamanan dan penegak hukum, MUI meminta agar mampu mengendalikan diri dan jangan mempergunakan peluru tajam serta melakukan hal-hal atau tindakan yang berlebihan yang melanggar HAM dan menyakiti hati rakyat”. 

“Karena kalau hal demikian sempat terjadi, maka dia akan meninggalkan luka yang dalam di hati rakyat serta masyarakat luas, dan itu jelas tidak baik bagi perjalanan kehidupan demokrasi di negeri ini ke depannya,” pintanya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.