Aliansi Organisasi Unibos Tuntut Kebijakan Kampus Ihwal WTH

Kampus Unibos

Terkini.id, Makassar – Sejumlah organisasi kemahasiswaan Universitas Bosowa yang menamakan diri Aliansi menuntut kebijakan kampus ihwal belajar dari rumah atau Work From Home. Mereka menilai proses belajar tersebut tak efektif dan tak sesuai dengan harapan mahasiswa.

Adapun aliansi organisasi kemahasiswaan yang terlibat dalam tuntutan ini, antara lain, Bem Fisip, Bem Hukum, Pemerintahan Teknik, Bem Ekonomi, Bem Kedokteran, Bem Psikologi, Bem Sastra, dan Bem FKIP Unibos.

“Hari ini kami sepakat bersama beberapa Badan Eksekutif Mahasiswa dan Pemerintahan Mahasiswa Universitas Bosowa mengeluarkan beberapa tuntuntan atas surat edaran yg dilahirkan oleh pihak kampus nomor 367/02/UNIBOS/III/2020 tentang upaya pencegahan & penyebaran infeksi virus corona atau Covid-19,” kata Ketua BEM Fisip, Reski Sudirman, Kamis, 2 April 2020.

Adapun beberapa tuntutan antara lain :

1. Meminta kepada pihak Rektorat untuk Mengeluarkan kebijakan berupa Subsidi Paket Data kepada mahasiswa aktif dan civitas akademika selama perkuliahan online/daring sesuai dengan edaran kementerian pendidikan dan kebudayaan Direktorat Jendral Perguruan Tinggi No 302/E.E2/KR/2020.

Baca juga:

2. Memfokuskan proses pembelajaran dengan berbasis kampus merdeka seperti project based learning, relawan kemanusian ataupun penelitian yang relevan dan memiliki feedback kepada mahasiswa berupa penyetaraan SKS sesuai edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Perguruan Tinggi No 262/E.E2/KM/2020.

3. Mengeluarkan juknis terkait konsultasi akademik berupa kegiatan seminar, ujian proposal, seminar hasil, dan ujian tutup.

4. Melakukan peninjauan ulang terkait biaya penyelenggara pendidikan (BPP) semester genap, mengingat tidak efektifnya penggunaan sarana dan prasarana kampus yang diamanatkan sesuai peraturan yayasan aksa Mahmud nomor 086 tahun 2018 tentang statuta Universitas Bosowa.

5. Menginstruksikan kepada seluruh dosen Universitas Bosowa yang melakukan perkuliahan online agar kiranya memberi tugas secara proporsional dengan mempertimbangkan aspek psikologis dan kesehatan mahasiswa.

6. Melibatkan lembaga kemahasiswaan dalam hal ini BEM dan PEMA untuk ikut serta dalam rapat terkait kuliah daring baik berupa rapat online maupun tatap muka namun mengedepankan jarak atau physical distancing.

Reski berharap tuntutan tersebut dapat ditindaklanjuti oleh pihak rektorat ataupun Yayasan Aksa Mahmud itu sendiri.

Komentar

Rekomendasi

Di Gowa, Mentan SYL Ajak Masyarakat Manfaatkan Pekarangan untuk Memenuhi Kebutuhan Dasar

Bahas Masa Depan Wirausaha, STIE Nobel Makassar Gelar Webinar Kewirausahaan

STITEK Balik Diwa Makassar Gelar Halalbihalal Virtual

STIE PI Makassar Salurkan Bantuan Sembako untuk Mahasiswa

Masa LFH Dimanfaatkan Mahasiswa untuk Belajar Langsung Ke Peternak

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar