Terkini.id, Makassar – Aliansi Pemuda Peduli Negeri adalah gabungan organisasi dan komunitas: KAMMI, FSLDK dan SPA Milenial.
Aksi penolakan terhadap RUU P-KS yang digelar di jalan Jendral Sudirman, Makassar, Ahad, 28 Juli 2019 berakhir dengan pembacaan pernyataan sikap secara bersama-sama.
Berikut poin-poin tuntutan aksi Aliansi Pemuda Peduli Negeri:
1. Nafas RUU P-KS tidak mencerminkan nilai-nilai pancasila dan sangat kering dari nilai agama sebagai asasnya. Padahal RUU ini bermaksud mengatur seksualitas yang seharusnya tidak lepas dari nilai pancasila yang di dalamnya terdapat nilai ketuhanan dan norma yang berlaku di masyarakat Indonesia.
2. Dalam RUU ini beberapa pasalnya membuka ruang kebebasan seksual seperti seks bebas dan kejahatan seksual pada anak.
- Daftar Manifes Penumpang KM Nurul Salsa Beredar, Basarnas Lakukan Pencocokan Data
- Basarnas Makassar Terus Cari 24 Korban KM Nurul Salsa yang Tenggelam di Perairan Selayar
- PNM Mekaar Ubah Hidup Ainun, Kini Jadi Inspirasi Perempuan di Bulukumba
- DPP GAPPEMBAR Soroti Kepastian Revisi Perbup Terkait Program Beasiswa dari Pemerintah Barru
- IKATEK Unhas dan Fakultas Teknik Sambut Dies Natalis ke-66 dengan Semangat Kolaborasi
3. Konsep seksualitas yang terkandung dalan RUU ini sebagai suatu yang individual dan tidak terkait dengan sistem kekeluarga, sehingga justru berpotensi dapat mengancam keutuhan keluarga sebagai salah satu pondasi terkuat bagi bangsa Indonesia.
4. Meminta kepada pembuat undang-undang untuk mengakomodir semua usulan untuk melakukan perbaikan sebelum RUU P-KS disahkan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
