Amien Rais Minta Maaf ke Jokowi karena Sebut Rezimnya Lebih Parah dari Sebelumnya

Terkini.id, Makassar – Amien Rais, Pendiri Partai Ummat secara blak-blakan kembali mengkritik pemerintahan Presiden Jokowi. Melalui sebuah video yang tayang di kanal Youtube Amien Rais Official Sabtu 27 November 2021, politisi senior itu menyebut pemerintahan Jokowi justru semakin memperparah kolonialisme baru.

Rezim Jokowi makin memperparah kolonialisme baru dari kekuatan asing untuk menjajah dan menghisap ekonomi Indonesia,” ujar Amien Rais dalam videonya yang dilihat pada Selasa 30 November 2021.

Sebagai informasi istilah tersebut dipinjam Amien Rais dari Prof. Edi Swasono dari Universitas Indonesia.

Baca Juga: Upayakan Diverifikasi Pangan, Jokowi Sebut Produksi Jagung Alami Kemajuan

“Ini saya meminjam istilah yang digunakan oleh Prof. Edi Swasono dari Universitas Indonesia,” ujar Amien.

Tidak hanya itu saja, Amien Rais juga menjelaskan bahwa Badan Intelijen Negara (BIN), mensinyalir ada 72 Undang-Undang yang ditunggangi oleh kepentingan asing.

Baca Juga: Burhanuddin Bukan Lagi Kuasa Hukum Bharada E: Semoga Spekulasi Liar...

“Di antaranya UU Pendidikan Nasional, Kesehatan, Kelistrikan, Sumber Daya Air, Penanaman Modal Asing, Undang-Undang Migas, Undang-Undang Pemilu, Undang-Undang Perbankan,” kata mantan Ketua MPR RI tersebut.

Selanjutnya Amien mengatakan bahwa hal ini juga terjadi pada masa pemerintahan presiden-presiden sebelum Jokowi.

Oleh karena itu, Amien Rais lantas meminta maaf pada Presiden Jokowi karena harus mengatakan bahwa keadaan rezim Jokowi saat ini jauh lebih parah dibandingkan pemerintahan presiden-presiden sebelumnya.

Baca Juga: Burhanuddin Bukan Lagi Kuasa Hukum Bharada E: Semoga Spekulasi Liar...

“Mohon maaf, ya, Pak Jokowi, Anda memang lebih parah dari presiden sebelumnya,” kata Amien Rais.

Seperti yang dilansir dari Kompas, bahwa Amien Rais sebelumnya juga pernah bicara terkait sikap pemerintahan Presiden Jokowi terhadap umat Islam dan ulama.

Saat itu Amien menyebut rezim Jokowi menempatkan umat Islam sebagai musuh.

“Kekuatan-kekuatan Islamophobia dalam rezim Jokowi meletakkan umat Islam sebagai musuh politik,” kata Amien Rais.

“Ulama yang bersikap kritis dikriminalisasi dengan segala macam dalih,” sambungnya.

Kemudian Amien Rais memberikan contoh FPI yang ia nilai kerap menjalankan aksi dengan damai namun harus berakhir dibubarkan.

FPI yang berhasil melakukan demo damai terbesar sepanjang sejarah Indonesia, dibubarkan lewat keputusan politik,”ujar Amien.

Amien menyebut, aksi damai yang dikomandoi oleh HRS selalu mengindahkan etika politik dan mematuhi tata tertib hukum.

Padahal ketika FPI yang dikomando HRS (Habib Rizieq Shihab) melancarkan aksi damainya, seluruh etika politik dan tata tertib hukum dipatuhi secara maksimal,” lanjutnya.

 

Bagikan