Mitos ketiga, birokrasi selalu lamban dan sulit berubah. Di mata publik, birokrasi sering dicitrakan sebagai ruang yang penuh prosedur, lambat, kaku, dan terlalu banyak pertimbangan. Intinya, tiidak seindah seperti teori dalam berbagai macam jenis buku.
Tetapi, Amran hadir dengan gaya yang berbeda. Ia membawa karakter pengusaha ke dalam birokrasi. Yaitu, cepat, tegas, berani mengambil keputusan, dan berorientasi hasil. Pada saat yang sama, ia membawa disiplin akademik yang berbasis data, memahami sektor, dan tidak asing dengan logika riset.
Pengalaman Amran selama 15 tahun di PTPN menjadi fondasi penting. Ia bukan orang yang tiba-tiba masuk ke dunia pertanian dari luar. Ia tumbuh dari lapangan, memahami kerja korporasi perkebunan, mengenal logika produksi, distribusi, manajemen sumber daya manusia, hingga problem teknis pertanian.
Kini, sebagai Menteri Pertanian, Amran telah dipercaya memimpin kementerian itu dalam dua periode pemerintahan berbeda: pertama pada 2014–2019, lalu kembali dipercaya sejak 25 Oktober 2023.
Dalam sosok Amran, terlihat sintesis tiga dunia. Yaitu, dunia usaha, dunia akademik, dan dunia birokrasi. Sebagai pengusaha, ia memahami risiko dan efisiensi. Sebagai akademisi, ia memahami ilmu dan inovasi. Sebagai birokrat, ia memahami negara, regulasi, dan kepentingan publik. Kombinasi ini jarang dimiliki oleh satu figur secara relatif utuh.
- Misteri Kasus MBG di Jeneponto Belum Terjawab, Hasil Uji Lab Tertutup, FRK Desak Dinkes Transparan
- Wali Kota Makassar Tegaskan Seleksi Imam Kelurahan Harus Transparan dan Berbasis Kompetensi
- Dorong UMKM untuk Naik Kelas, Kalla Institute Gandeng PT Tatanara
- SETARA Institute: Makassar Jadi Salah Satu Kota Paling Toleran di Indonesia
- Roti Sobek Daengta Tawarkan Aneka Varian Premium dengan Harga Ramah Kantong
Tidak mengherankan jika perjalanan Amran juga ditandai oleh sejumlah penghargaan. Ia pernah menerima Satyalancana Pembangunan di bidang Wirausaha Pertanian pada 2007, FKPTPI Award pada 2011, Bintang Jasa Utama dari Presiden RI (2026) serta Bintang Mahaputera Adipradana pada 2020.
Profil Badan Pangan Nasional juga mencatat penghargaan Bintang Mahaputera Adipradana dari Presiden Prabowo Subianto pada 2025.
Sebelumnya ia juga memperoleh penghargaan sebagai alumni Fakultas Pertanian yang berprestasi bidang enterpreneur, di Bali (2011).
Selain prestasi di dalam negeri, Amran juga memperoleh aneka penghargaan internasional seperti dari FAO. Sebut saja, Agri Cola Medal, South-South and Triangular Cooperation (SSTC) Award. Termasuk, terpilih sebagai dalam Most Popular Leader Awards 2026 yang diberikan The Economics dalam ajang CEO Forum & Indonesia Best CEO Awards 2026.
Bahkan, Amran masuk dalam kandidat potensial World Food Prize 2026, yang kerap dijuluki “Nobel Pertanian”. Termasuk, Amran sempat ramai diberitakan meraih Rekor MURI atas keberhasilannya melibatkan 416 ribu petani milenial dalam bergai forum pertanian.
Seluruh capaian dan penghagragaan tersebut, cukup memberi banyak contoh bagaimana Amran memimpin kementerian pertanian. Ia sering tampil dengan gaya langsung, lugas, dan keras terhadap penyimpangan.
Bagi sebagian orang, gaya seperti ini mungkin terasa tidak biasa. Tetapi dalam birokrasi yang terlalu lama dibebani kelambanan, keberanian seperti itu justru menjadi energi pembeda.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
