Terkini, Makassar – Di tengah ramainya Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI di Hotel Claro Makassar, Kamis 26 Maret 2026, Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari tidak hanya datang untuk bersilaturahmi.
Ia datang membawa misi mengenalkan Barru dan mengajak para saudagar Bugis Makassar berinvestasi di sektor pertanian, terutama kopi.
Bagi Bupati Barru Ina Kartika, PSBM bukan sekadar agenda tahunan para saudagar Bugis Makassar. Lebih dari itu, forum ini adalah tempat bertemunya jaringan, gagasan, dan peluang kerja sama untuk membangun daerah.
Di sela-sela kegiatan, ia memanfaatkan momentum untuk berdiskusi dengan sejumlah pengusaha dan diaspora Bugis Makassar. Ia memperkenalkan potensi Kabupaten Barru yang menurutnya memiliki peluang besar di sektor pertanian bernilai ekonomi tinggi.
“Kegiatan ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi menjadi momentum strategis untuk mempertemukan kepentingan pembangunan daerah dengan kapasitas jejaring dan investasi para saudagar,” ujarnya.
Barru dan Harapan dari Dataran Tinggi
- Kalla Toyota Cetak Rekor Penjualan Juni 2026, Sambut Juli dengan Event Hybrid Terbesar di Makassar
- Poltekpar Makassar Tembus Peringkat Dunia THE Sustainability Impact Ratings 2026
- Agropreneur Summit 2026 Perkuat Generasi Muda Wirausaha Pertanian
- Siapkan Tenaga Kerja Unggul, Bupati Jeneponto Buka Pelatihan Vokasi, Tekankan Kualitas SDM Kunci Kesejahteraan
- Gakkum Kehutanan Ungkap Aksi Perambahan Hutan Lindung di Luwu Timur, Dua Orang Diamankan
Pembicaraan Ina Kartika banyak mengarah pada kopi Barru. Ia bercerita tentang wilayah dataran tinggi di Kecamatan Pujananting dan beberapa daerah lainnya yang memiliki tanah dan iklim yang cocok untuk tanaman kopi.
Di wilayah tersebut, masyarakat sebenarnya sudah mulai menanam kopi secara bertahap. Namun, pengembangannya masih membutuhkan dukungan investasi, teknologi, serta penguatan pemasaran agar kopi Barru bisa berkembang lebih besar dan dikenal lebih luas.
Pemerintah Kabupaten Barru, kata Ina, tidak ingin pengembangan kopi hanya berhenti pada produksi biji kopi.
Lebih dari itu, Barru ingin membangun rantai nilai dari hulu ke hilir, mulai dari budidaya, pengolahan pascapanen, hingga hilirisasi produk seperti kopi kemasan dan produk turunan lainnya.
“Kami ingin Barru tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi juga produk jadi yang memiliki nilai tambah dan bisa bersaing di pasar yang lebih luas,” katanya.
Menghubungkan Saudagar dan Daerah
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
