Disindir soal Penganiayaan Relawan Jokowi, Anak Buah Anies: Ya Ndak Tahu Kok Tanya Saya

Disindir soal Penganiayaan Relawan Jokowi, Anak Buah Anies: Ya Ndak Tahu Kok Tanya Saya

R
R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Anak buah Anies Baswedan (Gubernur DKI Jakarta), Tatak Ujiyati menanggapi netizen yang menyindirnya terkait penganiayaan terhadap relawan Jokowi, Ninoy Karundeng.

Tatak Ujiyati yang merupakan anggota Tim Percepatan Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) membalas santai bahwa ia tak tahu menahu soal kasus Ninoy Karundeng.

“Ya ndak tahu kok tanya saya,” kata Tatak Ujiyati melalui akun Twitter pribadinya pada Sabtu, 30 April 2022.

Tatak Ujiyati meminta netizen yang menyindirnya untuk bertanya kepada pihak polisi saja yang mungkin sudah menemukan siapa pelaku dan motifnya.

Namun, ia menegaskan bahwa pelaku penganiayaan Ninoy adalah individu independen yang harus tanggung jawab atas perbuatannya sendiri.

Baca Juga

“Terlalu jauh menimpakan kesalahan individu pemilih dengan kandidat di pilkada,” kata Tatak Ujiyati.

Adapun netizen yang ditanggapi Tatak Ujiyati menyinggung apakah penganiaya Ninoy Karundeng adalah pembenci Anies Baswedan ataukah pendukung Ahok.

Sebegaimana diketahui, Anies Baswedan dan Ahok bersaing dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkad) DKI 2017 lalu.

“Btw yang gebukin NINOY karundeng di masjid sapa Tatak Ujiyati? Apakah Pembenci Anies Baswedan? Mereka pendukung Ahok apa gotbener?” kata netizen tersebut.

Adapun Ninoy Karundeng menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok orang di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat pada Senin, 30 September 2019 lalu.

Dilansir dari Kompas, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan bahwa peristiwa penganiayaan terjadi pada saat Ninoy melintasi wilayah Pejompongan.

Saat itu, tengah terjadi kerusuhan saat aksi unjuk rasa di sekitar Kompleks Parlemen Senayan. Di saat bersamaan, Ninoy melihat salah satu demonstran yang sedang mendapatkan pertolongan karena terkena gas air mata.

Ninoy Karundeng lalu mengeluarkan ponselnya, bermaksud ingin mengabadikan momen tersebut.

“Tapi korban didatangi massa menanyakan perihal peruntukan memfoto korban,” kata Argo.

Dari situlah, Ninoy Karundeng mendapatkan perlakuan kasar dari massa tersebut, ponsel dirampas lalu diperiksa.

Dari situ, massa mengetahui bahwa Ninoy merupakan pegiat media sosial yang kerap “menyerang” pihak lawan politik.

“Dalam handphone pelapor ada tulisan-tulisan yang membuat para terlapor itu tidak suka,” kata Argo.

Massa yang mengetahui itu pun tersulut emosi lalu langsung menyeret Ninoy Karundeng dan mengeroyoknya.

Usai dikeroyok oleh sekelompok orang, Ninoy juga dibawa oleh pelaku dan kembali diinterogasi. Bahkan, ia mengaku sempat diancam sebelum akhirnya dipulangkan pada Selasa, 1 Oktober 2019.

Namun, polisi masih melakukan pendalaman terkait hal tersebut. Saat ini, dua tersangka penculik dan pengeroyok sudah ditangkap setelah Ninoy melaporkan kejadian menimpanya.

“Sudah kita amankan ada dua orang. Yang kita amankan berinisial RF dan S. Saat ini masih dalam pemeriksaan penyidik,” kata Argo.

Saat itu, polisi menangkap dua tersangka, yakni RF dan S. Menurut polisi, salah satunya merupakan anggota organisasi masyarakat (ormas).

“Iya salah satunya bergabung dalam salah satu ormas,” kata Argo.

Namun, Argo enggan menyebutkan nama ormas demi meminimalkan konflik yang dikhawatirkan akan meluas.

Sementara untuk peran masing-masing pelaku, Argo mengaku belum mengetahuinya. Saat ini keduanya masih dalam pemeriksaan di Polda Metro Jaya.

“Selesai saja belum (keduanya) diperiksa. Jadi bertahap. Diperiksa dulu, nanti selesai baru kita baca seperti apa juga motifnya,” paparnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan RF dan S, polisi mendapat banyak informasi. Diperkirakan pelaku pengeroyokan berjumlah 20 hingga 30 orang.

“Kita masih mengejar pelaku lainnya, banyak jumlahnya. Sekitar 20 sampai 30 orang,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Suyudi Ario Seto, Kamis, 3 Oktober 2019.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.