Terkini.id, Jakarta – Politikus PDIP Prasetio Edi Marsudi ancam akan melaporkan jika ada penyalahgunaan anggaran oleh pihak PT Pembangunan Jaya Ancol.
Diketahui, Ancol meminjam uang Rp 1,2 triliun kepada Bank DKI. Edi pun menanyakan kejelasan penggunaan anggaran tersebut.
“Saya minta penjelasannya jangan teori, ini sudah bicara lapangan. Kalau pinjam duit, itu buat apa?”
“Kalau itu uang pinjam ke Bank DKI Rp 1,2 triliun buat trek Formula E, gue akan laporkan, saya sebagai pimpinan Dewan kalau di sini, saya laporkan kepada Bareskrim, pasti,” Ujar Pras dikutip dari Cnnindonesia.com Rabu 29 Desember 2021.
Pras mengaku heran dana yang dikucurkan Bank DKI ke Ancol berdekatan dengan penunjukan Ancol sebagai lokasi balap Formula E.
- Harrie Sabrang dan Andreas Harjono Muncul dalam Penjaringan Ketua PAC PDI Perjuangan Ujung Pandang
- Rekomendasi Eksternal PDIP Suarakan Reformasi Sistem Politik dan Independensi Penegak Hukum
- Konferda dan Konfercab VI PDIP Sulsel Rampung, Struktur Kepengurusan DPD dan 24 DPC Resmi Ditetapkan
- ARW Kembali Jabat Ketua DPD PDIP Sulsel, Mesakh Sekretaris dan Risfayanti Bendahara
- Buka Konferda dan Konfercab se-Sulsel, Hasto Kristiyanto Minta Anak Mudah Diakomodir
Seperti diketahui, kucuran dana Rp 1,2 triliun itu dilakukan pada Senin 20 Desember 2021.
Sementara penetapan Ancol sebagai lokasi balapan Formula E dilaksanakan Rabu 22 Desember 2021.
“Saya sebagai legislatif ini kok terlalu banyak sekali kebetulan persoalan pinjaman keuangan Bank DKI ke Ancol,” tutur Pras.
Pras mengatakan, DPRD perlu mengingatkan bahwa pihak panitia sudah berjanji pelaksanaan Formula E tidak akan menggunakan APBD atau dana publik.
Sebab menurutnya, sudah terlalu banyak dana publik yang digunakan untuk Formula E.
Menanggapi itu, Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Teukur Sahir Syahlali menegaskan dana Rp 1,2 triliun dari Bank DKI tidak diperuntukkan untuk membangun sirkuit balap Formula E.
“Jadi yang perlu kami tegaskan sekali lagi ke Pak Pras dan bapak ibu semuanya bahwa kita komit tidak memakai dana untuk Formula E,” tegas Pras.
Ia menjelaskan, bahwa dana pinjaman dari Bank DKI itu memang sangat dibutuhkan oleh Ancol.
Menurut dia, hal ini karena keuangan keuangan Ancol terdampak virus Corona.
“Sebetulnya dalam pandemi ini kalau kita enggak pinjam dan juga kita enggak pinjam PMD kondisi Ancol mesti akan tutup selamanya, akan berat untuk operasikan,” ujarnya.
“Jadi selama ini kita harus tetap membayarkan hewan, listrik, dan wahana Dufan itu harus kita running setiap hari supaya enggak rusak, dan maintanance ini besar,”tambahnya.
Bahkan menurut Sahir, Ancol juga selama ini masih terus menggaji karyawan, sementara pendapatan berkurang selama pandemi.
Oleh karena itu, menurutnya Ancol harus meminjam dana untuk menutupi kebutuhan tersebut.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
