KPK Tetapkan Beberapa Pihak Terkait Dalam Kasus Wahyu Setiawan

Tulisan ini adalah kiriman dari Citizen, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Laporkan tulisan

Terkini.id, Jakarta – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan ditetapkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus suap penetapan anggota DPR 2019-2024.

Dilansir dari Kompas.com, Kamis, 9 Januari 2020, Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK mengatakan, Wahyu disebut membantu Politikus PDI-Perjuangan, Harun Masiku dalam penetapan sebagai anggota DPR 2019-2024 melalui mekanisme pergantian antar-waktu dengan meminta dana sebesar Rp 900 juta.

Terkait hal tersebut, Harun memberikan Rp 200 juta kepada Wahyu Setiawan melalui mantan anggota Badan Pengawas Pemilu, Agustiani Tio Fredelina pada pertengahan Desember 2019 di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan.

Selanjutnya, Harun kembali menitipkan uang kepada Agustiani sebesar Rp 450 juga pada akhir Desember 2019. Pasalnya, dari jumlah tersebut, sejumlah Rp 400 juta akan diberikan ke Wahyu.

Namun pada Rabu, 8 Januari 2020, KPK telah menangkap pihak-pihak terkait melalui operasi tangkap tangan sebelum dana tersebut sampai ke tangan Wahyu.

Selain Wahyu Setiawan, KPK juga menetapkan empat tersangka dalam kasus ini, seperti Agustiani Tio Fridelina, Harun Masiku, dan pihak swasta bernama Saeful.

Komentar

Rekomendasi

KLHK: Indonesia Memasuki Era Baru Pengelolaan Sampah

Rapat Ortu dan Guru SMPN 14 Makassar, Ini yang Dibahas

Telah Hadir di Makassar, KAF Makassar Gelar Kajian Parenting

Eksotisme Pohon Bu’ne yang Semakin Langka

Melalui Street Campaign Ubah Paradigma Berfikir Warga Kota Terhadap Sampah

Pengurus Baru DPC SEMMI Sinjai Dilantik, Ini Harapan Ketua Terpilih

Kamad dan Kaur TU Dilantik, Kan Kemenag Bulukumba : Maknailah Mutasi Jabatan Sebagai Kebutuhan Organisasi

Kasus Korupsi Semakin Marak, BKLDK Sulselbar Gelar Aksi Damai

Gakkum KLHK Wilayah Sulawesi Amankan Dua Aktor Illegal Logging

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar