Terkini.id, Kolaka – Andi Rahmat, balita berusia 5 tahun asal Kolaka Utara ini sejak usia 3 bulan menderita hidrosefalus (hydrocephalus) yaitu kondisi penumpukan cairan di dalam otak yang mengakibatkan meningkatnya tekanan pada otak, ini juga mengakibatkan kepalanya membesar tak terkendali.
Penyakit serius ini harusnya mendapatkan penanganan yang serius. Namun karena biaya pengobatan yang mahal ibunya hanya menggunakan pengobatan alternatif atau tradisional. sayang ia tidak melihat adanya perubahan pada kondisi kesehatannya putranya.
Ibunya pernah menggadaikan BPKB motor ayahnya yang bekerja sebagai buruh tani. Namun seketika habis untuk mengurus BPJS dan biaya pengobatan.
Dia tak terdaftar sebagai penerima bantuan Kartu Indonesia Sehat atau KIS dan akhirnya mengurus sendiri BPJS jalur umum dan harus membayar iuran tiap bulannya.
Nahas tak sampai di situ saja, bulan puasa lalu rumahnya ludes dilalap api. Semua harta benda habis tak bersisa. Kini beban keluarganya bertambah. Tak ada lagi tempat tinggal hingga kini.
- Bekerjasama dengan Puskesmas Minasa Upa, Alfamidi Edukasi Orang Tua Balita di Makassar
- Ganti Popok Anak di Atas Meja Restoran, Netizen: Harus ditegur, Gapeduli Harus Berantem Atau Adu Mulut
- Motif Balas Dendam, Balita di Makassar Sengaja Dibusur Untuk Memicu Tawuran Antar Kelompok
- Smile Train Indonesia Gandeng Pemerintah Gelar Operasi Bibir Sumbing di Polman
- Balita Gunting Rambut Sendiri Usai Dibully, Ibu Menangis Sakit Hati
Saat ini keluarganya hanya membangun sebuah gubuk di atas tanah bekas kebakaran untuk berlindung dari terik dan hujan.
Andi Rahmat juga menderita gizi buruk

Saat ini balita malang ini akan kembali berobat jalan ke RS. Info terakhir dari dokter, ia pun belum bisa menjalani operasi pemasangan selang pada kepalanya, lantaran dirrinya juga mengalami gizi buruk.
Alhasil, tim dokter memfokuskan penanganan Andi Rahmat untuk perbaikan gizi.
Andi Rahmat saat ini harus terus disuplai dengan vitamin dan makanan yang bergizi serta susu formula yang terbilang cukup menguras kantong. Namun karena faktor ekonomi, ibunya hanya mampu memberikan ia makanan seadanya.
Ibunya sampai kini masih berjuang untuk kesembuhan anaknya. Meskipun pilu yang dia rasa namun itu tak terlihat dari raut wajahnya.
Sang ibu betul -betul sabar dan tabah sembari tetap berdoa untuk putra tercintanya.
“Ini anak surga om. Anak surga yang punya cita-cita mau menjadi dokter,” kata sang ibu sambil mengelus lembut kepala putranya, Senin 1 Juli 2019.
Bagi pembaca setia terkini.id yang ingin membantu berdonasi untuk kesembuhan Andi Rahmat, donasi bisa disalurkan lewat nomor rekening BRI Syariah 102-561-0985 (Afifah Nurfadhilah).
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
