Terkini.id, Jeneponto – Ketua TP PKK Kabupaten Jeneponto, Hj Hamsiah Iksan sambangi penderita gizi buruk di rumah sakit umum daerah (RSUD) Lanto Daeng Pasewang (Latopas), jalan Ishak Iskandar Kelurahan Empoang Selatan Kecamatan Binamu Jeneponto, Senin, 27 Januari 2020.
Saat menjenguk bayi Supriadi, Hj Hamsiah Iksan didampingi oleh tim medis RSUD Lanto Daeng Pasewang Jeneponto.
Pada kesempatan itu, Hj Hamsiah Iksan, meminta agar penanganan kasus kekurangan gizi tidak boleh lamban, harus responsif dan tepat.
“Pemerintah saat ini terus mensosialisasikan stunting dan pencegahan gizi buruk. Jadi jangan lagi ada pusat layanan kesehatan yang menolak atau memperlambat penanganan kasus semacam ini,” tegasnya.
Di hadapan pasien Ketua TP PKK berjanji akan berkoordinasi dengan dinas terkait dan para kader di lapangan untuk melakukan aksi nyata di lapangan bukan hanya sekedar konsep tanpa aksi dan sebatas seremonial.
- Ketua PKK Sulsel Beri Rp300 Juta Total Hadiah untuk Kader di Jambore PKK 2025
- Puluhan Pemuda-Pemudi Sulsel Ikut Seleksi Kader Muda PKK
- PKK Gencar Sosialisasi Diversifikasi Pangan, Sofha Marwah: Sukun Bisa Jadi Alternatif
- Jambore Kader PKK Tingkat Kabupaten Jeneponto resmi Dibuka Oleh Bupati Iksan Iskandar
- Peringatan HKG PKK Provinsi Sulsel Bertabur Bantuan dan Penghargaan
“Dinas Kesehatan harus bergerak dan bersinergi dengan pemerintah Desa dan kelurahan guna mengoptimalkan program pengentasan gizi buruk,” ujarnya.
Dia pun berharap seluruh stakeholder yang terkait untuk berperan aktif dalam pencegahan terjadinya gizi buruk pada anak bayi di Jeneponto.
“Seluruh elemen masyarakat maupun lembaga yang memiliki peran masing masing untuk aktif dalam mencegah kasus terjadinya kasus itu,” harapnya
Menurutnya, dari 3 balita yang teridentifikasi gizi buruk, satu diantaranya hanya menderita infeksi paru dan sudah pulih dan telah di izinkan pulang,” jelas dia.
Sementara itu, Kepala Instalasi Rawat Inap RS Lanto Daeng Pasewang, dr. Pasriany mengatakan, Ketua TP PKK mengunjungi penderita gizi buruk guna memastikan kondisi pasien dan penanganan yang telah diberikan.
“Ada dua pasien gizi buruk, yakni bayi atas nama Alvin usia 11 bulan asal Tamarunang Timur Kelurahan Pabiringa Kecamatan Binamu dan Supriadi usia 19 bulan asal Desa Tanamawang kecamatan Bontoramba dan kuduanya telah mendapatkan pelayanan medis secara intensif,”tutupnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
