Terkini.id, Jakarta – Aktivis Kolaborasi Warga Jakarta (KWJ), Andi Sinulingga menilai bahwa Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Giring Ganesha hanya bermodalkan popularitas dan tak punya akal sehat.
Oleh sebab itu, ia heran mengapa kader-kader PSI yang berpendidikan rela dipimpin oleh orang seperti Giring Ganesha.
“Kok bisa ya begitu banyak anak-anak sekolahan di PSI itu rela di pimpin oleh orang yang hanya bermodalkan popularitas tanpa nalar yang sehat seperti Giring Ganesha ini? Dahsyat juga sihir giring ini,” kata Andi Sinulingga melalui akun Twitter @AndiSinulingga, seperti dikutip Terkini.id pada Selasa, 7 Juni 2022.
Andi Sinulingga mengatakan itu sebagai tanggapan terhadap Giring Ganesha yang mengklaim bahwa terselenggaranya Formula E di Jakarta karena pengawalan dari PSI.
Dilansir dari Kompas, hal itu disampaikan Giring usai terselenggaranya Formula E di Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC), Jakarta Utara pada Sabtu, 4 Juni 2022.
- Wamen Kebudayaan Giring Ganesha Resmikan Kampus Lingkar, Dorong Ekosistem Kreatif di Makassar
- Menkominfo, Budi Arie Buka Suara Terkait Peluang Jadi Ketum PSI Gantikan Giring
- Ketum PSI Berikan Tips Hubungan Langgeng kepada Kaesang dan Erina, Jangan Cek HP Pasangan
- Ganjar Pranowo Siap Nyapres, Giring Ganesha: Bagus, Memang Sudah Seharusnya
- Giring PSI Yakin Capai 10 Juta Suara: Harus Dong! Jauh di Atas Ambang Batas
“Kemarin kita kawal sampai saya kejeblos itu mereka harusnya berterima kasih. Karena waktu itu kalo saya enggak kawal, saya enggak kejeblos ya mungkin mereka akan leha-leha dan acaranya enggak jadi-jadi,” ujar Giring pada Senin, 6 Juni 2022.
“Tapi justru karna saya kejeblos, jadi mereka termotivasi ‘oh kita harus tunjukin nih ke bro Giring nih bahwa kita bisa,’” lanjutnya.
Giring Ganesha juga mengatakan bahwa partainya melalui fraksi PSI di Jakarta terus mengawal penyelenggaran Formula E sejak awal hingga balap mobil listrik itu digelar.
Menurutnya, PSI juga akan terus mengawal keterbukaan penyelenggaraan Formula E dari sisi anggaran yang telah dikeluarkan.
“Saya tetap persoalkan itu, kemarin kan kita sudah lihat Formula E berjalan, terus sekarang kita harus tanya dong itu keuntungannya berapa? Ke rekeningnya? Yang masuk berapa? Terus jumlah budget cost berapa? Untung atau rugi,” kata Giring Ganesha.
“Kalau untung uangnya dipake buat apa? Terus kalau rugi siapa yang tanggung? Jangan sampai nanti kalau rugi nanti yang nanggung uang pajak saya dan Dea (Dea Tunggaesti Sekretaris Jenderal PSI), Grace (Grace Natalie Wakil Ketua Dewan Pembina) dan masyarakat,” ucapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
