Terkini.id, Jakarta – Aktivis Kolaborasi Warga Jakarta (KWJ), Andi Sinulingga menanggapi politisi PDIP, Trimedya Panjaitan yang menyindir bahwa kerja Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo hanyalah bermain medsos (media sosial).
Andi Sinulingga menyetujui pendapat Trimedya Panjaitan dan mengaku juga melihat hal yang sama pada diri Ganjar Pranowo.
“1000% setuju, saya melihatnya juga begitu,” kata Andi Sinulingga melalui akun Twitter pribadinya, sebagaimana dikutip pada Kamis, 2 Juni 2022.
“Itulah kenapa sulit sekali bagi ganjaris untuk menjawab jika ditanya apa prestasi Ganjar selama jagi gubernur,” lanjutnya.
Dilnasir dari Detik News, Trimedya Panjaitan menyoroti langkah ambisius Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo yang getol ingin nyapres di 2024.
- Andi Sinulingga Soroti Fuadi Perihal Kedatangan Erick Thohir Disambut Masyarakat Sumbar
- Anies Baswedan Diserbu Tamu Pernikahan Kaesang, Andi Sinulingga: Tetap Rendah Hati dan Bersahaja
- Anies Baswedan Bertemu Dubes Amerika Serikat, Andi Sinulingga: Kok Bisa! Apa Kapasitas Anies?
- Ade Armando Singgung Suara Umat Kristen, Andi Sinulingga: Dia Sakit Jiwa
- Jakarta Punya Pemimpin Baru, Andi Sinulingga Sebut Anggap Aja Dipimpin Ahok
Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) ini mempertanyakan kinerja Ganjar Pranowo selama menjabat Gubernur Jateng.
Ia membandingkan dengan Puan Maharani yang rekam jejaknya jelas, mulai dari menjadi Ketua Fraksi PDIP di era pemerintahan SBY, menjadi Menko PMK, lalu menjadi Ketua DPR.
Selama menjabat posisi-posisi tersebut, Trimedya menilai Puan Maharani melakukan tugasnya dengan baik.
“Ganjar apa kinerjanya 8 tahun jadi gubernur selain main di medsos apa kinerjanya?” kata Trimedya pada Rabu, 1 Juni 22.
“Tolong gambarkan track record Ganjar di DPR kemudian sebagai gubernur selesaikan Wadas itu. Selesaikan rob itu, berapa jalan yang terbangun kemudian sekarang diramaikan kemiskinan di Jateng malah naik tolong masyarakat juga apple to apple memperbandingkan,” sambungnya.
Bagi Trimedya, langkah Ganjar yang dinilai bermanuver untuk maju di Pilpres 2024 sudah kelewat batas.
Bahkan, dalam istilah masyarakat Jawa, menurut Trimedya, Ganja bisa disebut “kemlinthi” yang bisa diartikan sok atau congkak.
“Harusnya sabar dulu dia jalankan tugasnya sebagai gubernur Jateng dia berinteraksi dengan kawan-kawan struktur di sana DPD DPC DPRD provinsi DPRD kab/kota, itu baru,” ujarnya.
Selain itu, Trimedya melihat langkah Ganjar terlalu kentara menampilkan syahwat politik, tampak dari safarinya ke berbagai wilayah di Indonesia belakangan ini.
“Ini kan kelihatan main semua, ke mana mana semua jalan ke Medan ke Makassar, ya kita ketawa-ketawa saja pada saat PON Papua ada yang teriak Ganjar… Ganjar… siapa orang Papua yang tahu Ganjar, kelihatan bener by design (sudah diatur), apalagi orang yang mengerti politik,” katanya.
Trimedya menekankan seharusnya Ganjar sebagai salah satu kader yang tergolong lama paham karakter PDIP dan Ketua Umum, Megawati Soekarnoputri.
“Dan bagi saya sebagai kader PDI Perjuangan, Ganjar tidak menghargai Ibu (Megawati),” ucapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
