Selain aspek pengadaan, Soetarmi mendorong PDAM memperluas penerapan sistem digital dalam pengelolaan perusahaan. Digitalisasi dinilai dapat meningkatkan transparansi sekaligus mengurangi potensi penyimpangan.
“Kalau bisa semua digital, mulai dari absensi, pelaporan, keuangan, pakai sistem digital untuk menghindari terjadinya hal-hal yang menyimpang,” ujarnya.
Menurut Soetarmi, pencegahan merupakan bagian penting dalam pemberantasan korupsi. Pemahaman terhadap aturan harus dibangun sebelum sebuah keputusan diambil sehingga potensi pelanggaran dapat diminimalkan.
Ia pun mengapresiasi capaian kinerja keuangan Perumda Air Minum Kota Makassar yang telah melampaui target laba.
“Awalnya target hanya Rp8 miliar, sekarang sudah mencapai Rp17 miliar sekian. Mudah-mudahan dengan perbaikan meteran ini targetnya bisa bertambah sampai Rp20 miliar di akhir tahun,” kata Soetarmi.
- Mentan RI dan Wali Kota Makassar Munafri Ramaikan Fun Walk Dies Natalis ke-70 Unhas
- Palang Jalan Seba-seba dan Catut Nama Adat, Gusti Riadi Terancam Hukuman 14 Tahun
- BBM Langka Picu Macet Panjang, Elpiji 3 Kg Tembus Rp 40 Ribu, Warga Jeneponto Menjerit
- Pertamina Rekonfigurasi 12 SPBU di Makassar, Kapasitas Pertamax Dialihkan ke Pertalite
- Wabup Gowa Bersama Forkopimda Sambangi Warga Lewat Safari Subuh Kamtibmas
Ia berharap perbaikan ketersediaan meter dapat meningkatkan pendapatan perusahaan sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan air bersih bagi masyarakat Kota Makassar.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
