Masuk

Anggap Jokowi Tak Lebih Hebat dari Soeharto dan Soekarno, Amien Rais Mewanti-wanti: Saya Ingatkan! Jangan ….

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Politisi senior Amien Rais, baru-baru mewanti-wanti Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Adapun hal tersebut terkait dengan isu ataupun wacana penambahan masa jabatan presiden.

Seperti diketahui, sebelumnya publik dibuat heboh dengan adanya isu penundaan Pemilu 2024 sekaligus pemanjangan masa jabatan Presiden Jokowi hingga tiga periode.

Baca Juga: Heboh, Pernyataan Jokowi Seputar Pemimpin Rambut Putih, Denny Siregar: Bukan Ganjar, Bapak Rambutnya Hitam

Dengan keras, sang Ketua Majelis Syuro Partai Ummat itu pun mengingatkan Presidrn Jokowi agar tak membuatnya menjadi kenyataan.

Ia pun mengaku khawatir Presiden Jokowi akan dilengserkan apabila menyetujui perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode.

Oleh karena itulah Amien Rais mewanti-wanti kepada Presiden Jokowi untuk tidak mendukung wacana penambahan masa jabatan presiden yang disuarakan sejumlah pihak.

Baca Juga: Jokowi Menyebut Orang yang Berambut Putih Adalah Pemimpin Rakyat

“Ini wanti-wanti saya, jangan ada wacana untuk nambah satu periode lagi,” ungkap Amien dalam sebuah diskusi yang dikutip terkini.id dari Kompas pada Rabu, 16 Maret 2022.

Amien Rais menyadari ada pihak-pihak yang menganggap Presiden Jokowi sebagai sosok yang tepat untuk memimpin negara.

Namun, menurutnya, hal itu tidak bisa serta-merta menjadi alasan untuk Presiden Jokowi menambah masa jabatannya sebagai presiden.

Sebab, kata Amien, berkaca pada kejadian presiden-presiden sebelumnya, yaitu Presiden Pertama RI, Sekarno, dan Presiden Kedua RI, Soeharto, yang pada akhirnya tetap lengser.

Baca Juga: Relawan Bentangkan Bendera Merah Putih Raksasa Saat Jokowi Tiba di GBK

“Saya ingatkan Pak Jokowi, Bung Karno kurang apa? Tapi pada ujungnya karena pernah membiarkan dipilih jadi presiden seumur hidup, akhirnya tragedi yang beliau alami.”

Sementara Soeharto, lanjut Amien, dinilai memiliki segudang prestasi di bidang pertahanan dan birokrasi.

Bahkan, pangkat yang dimilikinya hampir menyaingi Jenderal Sudirman. Namun, pada akhirnya Soeharto mengalami kejadian dimakzulkan oleh MPR.

Akibatnya, hal itu membuat Soeharto memutuskan mengundurkan diri dari jabatan presiden pada Mei 1998.

“Lihat Pak Harto kurang apa, Jenderal bintang lima, pangkat besar menyaingi Jenderal Sudirman, kemudian menguasai seluruh birokrasi, memegang TNI, ABRI waktu itu, di dalamnya ada polisi.”

Melihat hal tersebut, Amien merasa khawatir kejadian serupa akan terjadi pada Presiden Jokowi di mana akan pula lengser dari jabatan presiden.

Apalagi, Amien Rais ternyata berpandangan bahwa Presiden Jokowi tidak lebih hebat dari Soekarno dan Soeharto.

“Jadi, ini sesuatu yang harus saya garis bawahi,” pungkasnya.