Terkini.id, Makassar – Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, La Tindro Latunrung mengajak warga di jalan Kijang untuk memilih pasangan urut 1, Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto-Fatmawati Rusdi.
Mantan Bupati Enrekang dua periode tersebut mengatakan pemilih cerdas pasti memilih yang sudah terbukti kinerjanya.
“Saya mantan bupati 17 tahun dan sekarang anggota dewan jadi kalau mau jadi warga yang cerdas pilih yang sudah terbukti kinerjanya seperti Pak Danny Pomanto,” ungkap Latunrung, Rabu, 28 Oktober 2020.
Ia mengaku bahwa pasangan Danny-Fatma adalah pasangan yang ideal dan punya program realistis.
Menurutnya, tidak mungkin partai Gerindra mengusung Danny-Fatma jika tidak melihat bukti dan kinerja Danny Pomanto yang sudah pernah jadi Wali Kota Makassar periode lalu.
- Atasi Stunting, Wakil Bupati Sidrap Tekankan Orang Tua Selektif dan Perhatikan Asupan Gizi Anak
- Temukan Ayam Tak Segar dan Masakan Kurang Matang, Andi Nirawati Minta Prosedur MBG Diperketat
- Rumah Quran di Maros Besarkan Bayi Selama 8 Bulan, Bantah Tudingan Menahan Anak Orang
- Bupati Sidrap Nyatakan Dukungan Penuh Pembentukan Brigif dan Yonif Teritorial Pembangunan
- Gubernur Andi Sudirman Beberkan Pertumbuhan Ekonomi Sulsel 6,88 Persen Hasil Kerja Bersama
“Maka dari itu tanggal 9 Desember jangan lupa coblos nomor satu pasangan Adama,” sebutnya.
“Orang Bugis Makassar tidak akan pernah tergoda dan mundur hanya karena uang, jangan dinilai dengan 100 ribu dan jangan jual harga dirimu hanya untuk sesaat. Maka dari itu pilihlah nomor satu yang sudah terbukti kinerjanya untuk masa depan yang lebih baik,” sambungnya.
Dia juga menegaskan bahwa semua kerabat dan orang-orang dekatnya agar komitmen mencoblos paslon nomor urut satu pada 9 desember mendatang .
“Saya akan tanyaki nanti di TPS’ta semua. Pendukung nomor satu itu orangnya komitmen. Jadi tidak ada lagi alasan untuk tidak memilih Pak Danny atau Adama,” tegasnya.
Hal senada juga disampaikan Rum Latundrung yang juga saudara kandung Latinro, jika pasangan Danny-Fatma sejauh ini punya trend positif di masyarakat.
Apalagi sosok Danny Pomanto yang sudah dirasakan programnya oleh warga Makassar ketika jadi wali kota tahun 2014-2019.
Dia menambahkan pasangan nomor urut 1 ini mudah dikenal oleh warga dengan tagline yang unik dan memasyarakat.
“Inilah kelebihan Pak Danny Pomanto selalu punya inovasi dan karya. Pagi-pagi saya selalu dengar kata Adama, baik itu warga, tukang sayur tukang ikan dan hampir tiap hari semua orang bilang Adama kalau datang, luar biasa memang inspirasinya. Jadi janganki salah pilih nanti, pilihli “ADAMA,” pungkasnya.
Sementara Danny Pomanto mengungkapkan bahwa dirinya bersama rombongan sangat berterima kasih atas antusiasme warga di jalan Kijang. Khususnya untuk keluarga besar La Tunrung.
“Terima kasih atas kehormatan ini karena bisa bersilaturahmi ditempat ini. Kita berkumpul di sini untuk membicarakan nasib kita lima tahun kedepan. Terima kasih semua atas jamuannya kaka saya di sini. Ada Pak La tinro Latunrung, Rum Latunrung, Pak Fery dan juga warga di sini,” ucap Danny.
Danny berharap pada 9 desember nanti warga memilih nomor urut satu dengan hati nurani yang dalam. Pasangan urut satu ADAMA punya Anak Lorong dan perwakilan dari kaum perempuan yakni Fatmawati Rusdi.
“Kita pilih nomor satu betul-betul karena hati nurani. Kemenangan nomor satu sama dengan kemenangan rakyat kecil dan kemenangan kaum perempuan,” kata sang inovator ini.
Danny juga menerangkan bahwa pasangan Danny-Fatma tidaklah punya tameng (dekkeng) dalam pilkada ini. Namun, kata dia hanya rakyatlah yang mejadi harapan demi Makassar dua kali tambah baik.
“Satuji dekkengnya Danny-Fatma yaitu rakyat karena pasanga Danny-Fatma orang merdeka dan bukan boneka,” lanjutnya.
Danny juga sedikit mengungkapkan bahwa di zamannya perangkat RT/RW lebih bermartabat bahkan insentif RTRW lebih baik dari sebelumnya.
Selain itu, RT/RW dilengkapi baju seragam dan handphone sebagai penunjang sarana komunikasi diwilayahnya.
Oleh karena itu, dia berharap kandidat yang lain sebaiknya bertarung dengan gagasan, bukan saling fitnah.
Pasalnya, ia teringat saat pilkada 2018 lalu saat dirinya dicurangi bahkan didiskualifikasi hanya karena soal programnya yang mengangkat derajat RT/RW tapi malah difitnah.
“Saya ini hanya anak lorong. Modalnya ADAMA itu bersandar pada kekuatan Allah SWT dan dukungan dari partai pengusung serta warga Makassar,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
