Angkat Persoalan Ketimpangan Pembangunan, ESC Luncurkan Buku Karya Ikram

ESC
Angkat Persoalan Ketimpangan Pembangunan, ESC Luncurkan Buku Karya Ikram

Terkini.id, Makassar – Economic Study Club (ESC) menjalankan program kerja pertamanya, yakni peluncuran dan bedah buku yang berlangsung di Aula FEB UIN Alauddin Makassar (Uinam), Senin 11 Maret 2019

Buku yang dibedah adalah salah satu karya Muh Ikram yang merupakan keluarga besar dari ESC. Adapun judul buku tersebut yakni “Ketimpangan dan Ilusi Pembangunan” yang membahas terkait spektrum gagasan ekonomi mahasiswa Indonesia.

Hadir sebagai narasumber sekaligus pembedah buku di antaranya, Dr Agus Salim SE MSi (Dosen FEB Unhas ), Syamsu Alam SE MSi (Dosen Ekonomi Pembangunan FE UNM), dan Faisal Anwar SE MSI.

Sekitar 220 peserta dan tamu undangan serta ketua-ketua organisasi dari berbagai universitas di antaranya UNM, STIBA, Unhas, dan UIN, turut meramaikan kegiatan tersebut.

Harapan Ketua Umum ESC

ESC
Suasana peluncuran Buku dari ESC Uinam

Dalam sambutannya, Ketua Umum ESC, sangat mengapresiasi seluruh tamu undangan yang hadir dengan jumlah yang cukup besar itu.

“Saya sangat apresiasi atas kedatangan teman-teman dan tamu undangan di acara kami,” tuturnya.

Pihaknya berharap buku tersebut bisa menjadi solusi bagi bangsa dalam mengatasi ketimpangan pembangunan yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia.

“Kami berharap buku yang kita bedah ini mampu menjadi solusi bagi kita semua dalam mengatasi ketimpangan atau disparitas yang selama ini jadi momok yang mencengangkan, khususnya di negeri kita,” pungkasnya.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerehan plakat untuk seluruh pembicara.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Kampus

252 CPNS UIN Alauddin Resmi Terima SK

Terkini.id, Makassar - Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Musafir Pababbari serahkan Surat Keputusan (SK) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) kepada 252 dosen  yang  lolos
Kampus

Mahasiswa Unhas Peduli Budaya dengan Cara Ini

Terkini.id,Makassar - Indonesia merupakan negara yang kaya akan tradisi, budaya dan adat istiadat. Keberagaman tersebut merupakan aset yang dimiliki sebagai warisan budaya dan tidak