Anies Baswedan Dituding Terlibat Pusaran Teroris, Musni Umar: Mengapa Jokowi Tidak Dipermasalahkan?

Terkini.id, JakartaRektor Universitas Ibnu Chaldun, Musni Umar mempertanyakan tudingan yang dilayangkan sejumlah netizen kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Tudingan tersebut menyebut Anies Baswedan terlibat dalam pusaran terorisme, lantaran pertemuannya dengan Farid Okbah yang kini menjadi tersangka pelaku terorisme. 

Melalui Kanal YouTube pribadi-nya, Musni pun tak mengelak jika Anies memang sempat bertemu dengan Farid Okbah. Tetapi, Jokowi pun demikian.

Baca Juga: Terkait Deklarasi Capres, Anies Sebut Saat ini Belum Waktunya

“Memang betul Anies bertemu dengan Okbah dan teman-teman. Tapi juga pada kesempatan yang lain Okbah bertemu dengan Presiden Jokowi,” kata Musni dalam video yang diunggah, Senin 22 November 2021.
 
Musni merasakan tuduhan tersebut sangat tidak adil untuk Anies Baswedan. Pasalnya, selain bertemu Anies, Farid Okbah juga pernah bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Negara, namun pertemuan itu tidak dipermasalahkan.

“Jadi kalau mau adil, sangat kejam dan jahat, mengatakan Anies masuk dalam pusaran teroris. Karena Okbah juga bertemu dengan Jokowi mengapa tidak dipersoalkan?,” tutur Musni Umar.

Baca Juga: Muak dengan Sindiran Giring ke Anies, Aksi Nyanyi dengan Warga...

Ia pun juga mengingatkan, jangan sampai hanya karena rasa benci membuat nama baik seseorang menjadi tercemar. 

“Jadi ini yang kami sampaikan bahwa jangan karena kebencian, karena ketidaksukaan, kebencian ideologis, kita menyampaikan ke publik yang kemudian akhirnya menyemarkan nama baik siapapun juga orang nya” ucapnya.

Diketahui, dua hari sebelum penangkapan Farid Okbah oleh Tim Densus 88 Antiteror, ditemukan fakta bahwa Anies mengunjungi Farid Okbah di kediamannya.

Baca Juga: Muak dengan Sindiran Giring ke Anies, Aksi Nyanyi dengan Warga...

Kunjungan tersebut bukan tanpa alasan, Anies datang untuk melayat langsung ibu mertua Farid Okbah yang meninggal dunia.

Dalam postingan Instagram Farid, nampak Anies Baswedan juga menyempatkan diri untuk membaca buku karya pemuka agama tersebut.

Bagikan