Anies Baswedan Rencana Jual Saham Bir, Ketua DPRD DKI: Saya Gak Mau Masuk Penjara

Anies Baswedan Rencana Jual Saham Bir, Ketua DPRD DKI: Saya Gak Mau Masuk Penjara

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Ketua DPRD DKI, Prasetyo Edi Marsudi menolak rencana Anies Baswedan yang hendak menjual saham bir kepemilikan Pemprov DKI di PT Delta Djakarta.

Prasetyo menilai, rencana Gubernur DKI Anies Baswedan mau jual saham bir ini harus dicerna masak-masak oleh masyarakat. Jangan sampai justru merugi karena salah langkah dan perhitungan di kemudian hari.

Prasetyo juga menilai, seharusnya Anies mengontrol semua aspek kehidupan bermasyarakat di ibu kota baik dari sisi positif maupun negatifnya.

“Kita punya sejarah, jangan cuma mengontrol yang positifnya, yang negatifnya juga. Ibarat aki kan ada plus ada minus,” kata Prasetyo Edi.

Hal itu disampaikan Ketua DPRD DKI tersebut saat tampil di video yang tayang di kanal Youtube Akbar Faizal Uncensored, seperti dilihat pada Selasa 16 Maret 2021.

Baca Juga

Diketahui, saat ini Pemprov DKI memiliki saham sekira 26,25 persen atau setara 210 juta lembar saham dari Anker bir itu. Hal ini menuai sorotan mengingat tiap tahunnya Pemprov DKI selalu mendapat deviden di atas Rp50 miliar.

Prasetyo pun mengungkapkan, Anies harusnya memperhitungkan masak-masak soal jual saham bir ini.

Pasalnya, kata Prasetyo, selama ini unit bisnis dari PT Delta Djakarta melalui produk Anker Bir itu bergerak positif. Bahkan selalu masuk lima besar kontribusi menyokong neraca keuangan Pemprov DKI (PAD) selama ini.

Lantaran hal itulah, ia kemudian mempertanyakan alasan Anies Baswedan ingin melepas saham Pemprov DKI di perusahaan bir tersebut.

“Saya bukan bela miras, cuma pertanyaan buat saya, kalau ini dilempar saja sahamnya Rp1 triliun, tapi tiba-tiba meledak bagaimana? Rp1 triliun enggak ada apa-apanya bos. Bukan berarti saya dulu enggak minum, saya anak jalanan jadi saya tahu, tapi apa enggak boleh saya tobat. Nah tapi yang rasional,” tutur Prasetyo.

“Kalau saya sebagai Anies, saya serahkan ke Pemerintah Pusat. Lha, saya kajiannya saja enggak dapat kok, apakah ada lampiran? (dari surat permohonan penjualan saham yang diberikan Anies kepadanya),” sambungnya.

Mengutip Hops.id, Prasetyo Edi Marsudi dalam tayangan video itu juga menyayangkan rencana Anies yang coba menjual saham bir yang memiliki performa bagus.

Namun apabila Anies ingin melepas saham tersebut, kata Prasetyo, ia menyarankan untuk melelangnya dengan angka mencapai Rp5 triliun.

Sebab, menurut Prasetyo, apabila saham bir itu dijual jauh di bawah harga pasaran maka hal tersebut akan merugikan negara.

Apabila negara merugi, dirinya pun menegaskan enggan bertanggungjawab terhadap penjualan saham bir tersebut.

“Kalau untung enggak masalah, nah kalau rugi gimana, enggak mau saya disel (penjara). Jual Rp1 triliun tiba-tiba di pasaran Rp4 triliun. Belum ada sikap dari DPRD,” tegasnya.

Oleh karenanya, Prasetyo menyarankan kepada Anies Baswedan agar memperhitungkan secara matang soal selisih angka di bawah pasaran tersebut. Sebab secara hukum bisa dipersoalkan.

“Saya enggak menghambat, cuma aturan dan mekanisme harus dilewati benar. Soalnya saya koordinasi konsultasi dengan pihak yang paham, katanya pialang sengaja menggodok PT Delta, ditekan, setelah lepas naik ke atas baru. Nah kalau begini siapa yang tanggung jawab? Di sel, saya enggak mau, saya enggak mau tanda tangan,” ujarnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.