Anies Posting Foto Pasien Corona Meninggal, Ade Armando: Semoga Dia Sadar dan Segera Bertobat

Terkini.id, Jakarta – Akademisi UI, Ade Armando menanggapi postingan foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang sedang mengamati jenazah seorang pasien Corona lewat layar televisi.

Lewat cuitannya di Twitter, Senin 25 Januari 2021, Ade Armando berharap semoga peristiwa meninggalnya jenazah pasien Corona tersebut bisa menyadarkan Anies Baswedan bahwa semua manusia pasti akan mati.

“Mudah-mudahan peristiwa ini membuat Anies sadar setiap saat kita semua bisa dipanggil Allah,” cuit Ade Armando.

Ia pun lantas meminta agar Anies segera bertobat dan berhenti melakukan korupsi serta pemborosan uang rakyat.

Mungkin Anda menyukai ini:

Tak hanya itu, Ade juga meminta mantan Menteri Pendidikan tersebut untuk lebih peduli kepada masyarakat dan menjalankan amanah rakyat.

Baca Juga: Ustadz Hilmi Puji Anies, Akademisi UI: Kebodohan Jangan Diumbar

“Jadi segeralah bertobat. Hentikan korupsi, hentikan pemborosan, pedulilah pada rakyat. Jalankan amanah,” tuturnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lewat unggahannya di Instagram, Minggu 24 Januari 2021, memposting foto dirinya tengah mengamati jenazah pasien yang dibungkus kain kafan lewat layar televisi.

“Pasien itu baru saja ditutup kain putih. Ikhtiar manusia berhenti di situ. Semua alat dilepas, Ia telah jadi jenazah. Kematian dalam kesendirian, tanpa ada keluarga di sampingnya,” tulis Anies Basweda.

Baca Juga: Soal Buzzer Anies, Ferdinand: Kualitas Kadrun Adil Saja Tak Mampu

Adapun jenazah pasien Covid-19 tersebut, kata Anies, menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Cengkareng.

“Siang itu, menjelang pukul 14, di RSUD Cengkareng, berdiri di depan layar tv, di ruang kontrol yang memonitor setiap pasien ICU, kami menyaksikan dari dekat. Peristiwa itu dekat. Apalagi kain putih itu menutup wajah dan badan orang yang kita kenal. Momen yang tak berjarak,” tulis Anies.

“Tidak lama kemudian, Kami menemui keluarganya di depan pintu ruang jenazah. Duka mereka terasa teramat dalam. Sesuatu yang tak pernah mereka bayangkan akan terjadi secepat itu. Kebersamaan dan gelak tawa berpuluh tahun keluarga itu, kini tersimpan menjadi kenangan,” tulisnya lagi.

Lewat unggahannya tersebut, Anies pun menyampaikan pesan kepada masyarakat bahwa bahaya Covid-19 adalah nyata dan bukan fiksi.

“Teman-teman semua, ini bukan fiksi dan bukan sekadar angka statistik. Ini akhir dari sebuah perjalanan anak manusia yang diterpa wabah: bermula dari tertular COVID-19 dan berujung pada kematian,” ungkap Anies Baswedan.

“Penularan terbanyak saat ini menimpa klaster keluarga. Satu orang terpapar, lalu menularkan pada anggota keluarga lain,” sambungnya.

Menurutnya, Covid-19 saat ini banyak menjangkiti kalangan anak muda. Namun, kata Anies, pasien berusia tua yang lebih banyak meninggal akibat virus tersebut.

“Fakta saat ini, paling banyak yang terpapar adalah usia muda, tapi paling banyak meninggal adalah usia tua. Janganlah jadi penular. Ikutlah mencegah penularan,” ucapnya.

Oleh karenanya, Anies Baswedan mengimbau masyarakat agar lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan demi mencegah penyebaran virus Corona tersebut.

“Kurangi kegiatan di luar rumah, kecuali kegiatan mendesak dan mendasar. Saat pulang, maka taati protokol kesehatan. Mencuci tangan, memakai masker dan hindari kontak fisik dengan keluarga. Pakai masker itu tidak nyaman, tapi ingatlah, terkena COVID-19 itu jauh lebih tidak nyaman,” ujarnya.

Bagikan