Terkini.id, Jakarta – Mantan Politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean menanggapi soal kinerja Anies Baswedan dan sederet penghargaan dari luar negeri yang diterima gubernur DKI Jakarta itu.
Ferdinand Hutahaean lewat cuitannya di Twitter, Minggu 28 Februari 2021, menilai kinerja Anies di dalam negeri di bawah rata-rata gubernur DKI Jakarta selama ini.
“Di dalam negeri, Anies dilihat langsung kinerjanya oleh para warga, dan nilainya dibawah rata-rata kinerja Gubernur Jakarta selama ini,” cuit Ferdinand.
Namun, ia mengaku heran mengapa mantan Mendikbud itu sering mendapat penghargaan dari luar negeri.
Menurut Ferdinand, penghargaan yang diterima Anies Baswedan tersebut merupakan hasil kerja dari gubernur sebelumnya.
- Jusuf Kalla Yakin Anies Bisa Menang seperti Donald Trump, Begini Peluangnya Menurut Pengamat
- Ada Tudingan Politisasi Stadion JIS, Erick Thohir: Justru Kebalik
- Partai Demokrat Sulsel Nobar Jumpa Pers Anies-AHY
- Sebut Anies Dapatkan Banyak Gangguan Lahir Batin, 40 Ulama dan Tokoh Agama Lakukan Tirakat
- Terungkap Sandiaga Uno Utangi Anies Rp50 Miliar pada Pilkada DKI dan Belum Dibayar
“Tapi dari luar negeri Anies sering dapat penghargaan yang entah apa dasarnya selain karena kinerja Gubernur sebelumnya,” ungkapnya.
Oleh karenanya, Ferdinand Hutahaean mencurigai Anies Baswedan adalah antek asing.
“Antek Asing?,” curiga Ferdinand Hutahaean.
Dalam cuitannya itu, Ferdinand juga membagikan sebuah link artikel pemberitaan berjudul ‘Anies Dinilai Gubernur Paling Buruk’ yang ditayangkan situs Medcom.id pada Sabtu 27 Februari 2021.
Dalam isi artikel pemberitaan itu disebutkan, Anies Baswedan dinilai sosok gubernur dengan performa terburuk dalam sejarah pemerintahan DKI Jakarta. Penilaian ini berdasarkan kinerja Anies selama memimpin Ibu Kota.
“Jujur, kita lihat kondisi Jakarta selama 3,5 tahun di bawah Anies memang berantakan,” kata Akademisi Universitas Indonesia Ade Armando, Sabtu 27 Februari 2021 dalam sebuah diskusi daring.
Salah satu performa terburuk Anies, kata Ade, terlihat dari penanganan banjir yang tak terkendali. Normalisasi sungai yang diganti dengan naturalisasi faktanya tak dijalankan.
“Ini menunjukkan bahwa pemerintah tak melakukan apa pun,” tegas Ade Armando.
Tak hanya itu, menurut Ade, Anies bahkan menyalahkan Pemerintah Bogor terkait banjir yang terjadi akhir-akhir ini. Namun, tuduhan Anies dibantah Wali Kota Bogor Bima Arya.
“Bima Arya tak setuju (disalahkan), dia bilang cara Anies mengelola (Jakarta) yang jelek,” tuturnya.
Menurutnya, Anies justru melakukan hal yang tak perlu dilakukan. Misalnya, rencana pelaksanaan ajang balap motor listrik Formula E.
“Alhamdulilah tak jadi meskipun comitment fee tak jelas ke mana,” kata Ade.
Dalam artikel pemberitaan yang dibagikan Ferdinand Hutahaean tersebut, Ade Armando juga menyebut rogram tak urgen lainnya dari Anies dan Pemprov DKI adalah revitalisasi Monumen Nasional (Monas) dan penataan trotoar. Lalu, proyek LRT yang mandek hingga saat ini.
“Makanya laporan pertanggungjawaban Anies tahun lalu sempat membuat sejumlah fraksi DPRD walk out, ini luar biasa,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
