Oleh karena itu, koordinasi dengan pihak terkait, termasuk otoritas pelabuhan dan penyedia transportasi laut, sangat penting dilakukan sejak dini.
Camat dan Lurah Jadi Garda Terdepan
Wali Kota Makassar juga mengingatkan bahwa peran camat dan lurah sangat vital dalam menghadapi bencana hidrometeorologi.
Mereka diinstruksikan untuk tidak menunggu perintah dan segera bertindak jika ada indikasi ancaman banjir atau kondisi darurat lainnya.
“Camat dan lurah harus menjadi garda terdepan dalam menjaga keselamatan warga. Jangan menunggu instruksi, segera ambil inisiatif dan berkoordinasi dengan tim penanggulangan bencana di wilayah masing-masing,” tegasnya.
- Buka Pelatihan Konseling Menyusui, Bupati Jeneponto Tegaskan Jangan Hanya Seremonial, Tapi Beri Manfaat Nyata
- Sukacita Panen di Desa Lise, Potret Sinergi Pemkab Sidrap dan Petani Kawal Swasembada Pangan
- Wali Kota Makassar Gandeng Sinar Jaya Bahas Bus Kota Terintegrasi Jalur Kampus
- Tersangka Bibit Nenas Sulsel Kembalikan Uang Rp3 Miliar ke Negara
- Deretan Top Scorer dan Best Player Warnai AAS Cup II 2026
Munafri juga meminta warga untuk aktif melapor jika menemukan indikasi potensi bencana di wilayahnya.
Layanan aduan dan posko tanggap darurat telah disiapkan di beberapa titik untuk menerima laporan dan permintaan bantuan dari masyarakat.
Strategi Jangka Panjang: Drainase dan Perbaikan Infrastruktur
Tak hanya fokus pada langkah-langkah tanggap darurat, Pemkot Makassar juga menyiapkan strategi pengendalian banjir jangka panjang.
Munafri menyebutkan bahwa salah satu solusi utama adalah perbaikan sistem drainase dan pembangunan tanggul di kawasan rawan banjir.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
