Di masa Pandemi ini salah satu yang utama adalah menjaga imunitas tubuh kita. Untuk melindungi diri dari paparan virus corona, masyarakat telah banyak menjalankan langkah pencegahan yang utama. Sebut saja, dengan berdiam diri di rumah, menjaga jarak dari orang lain, hingga rajin mencuci tangan. Selain langkah pencegahan utama ini, satu hal lagi yang krusial untuk dilakukan adalah menjaga sistem imun atau daya tahan tubuh agar tetap sehat.
Dalam menghadapai penyebaran virus corona masyarakat agar mengkonsumsi produk pertanian secara rutin untuk tetap menjaga imunitas tubuh. Produk pertanian seperti buah dan sayur terbukti mampu meningkatkan kekebalan (imunitas) tubuh.
“Setidaknya masyarakat wajib mengonsumsi buah dan sayur yang mengandung vitamin C dan E. Kan WHO juga sudah menganjurkan agar kita mengonsumsi sayuran sebanyak 150 gram dan buah 250 gram per hari,” kata ahli gizi masyarakat dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Ali Khomsan, beberapa waktu lalu.
Untuk mendapatkan buah dan sayur cara termudah oleh masyarakat dengan menanamnya sendiri dipekarangan rumah dengan memanfaatkan lahan yang tersedia.
Untuk memanfaatkan pekarangan rumah, banyak metode yang dapat digunakan. Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa memilih metode Hidroponik Sistem Wick sebagai bahan penyuluhannya kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar yang ada di Kelurahan Bukaka Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone. (21/04).
- Putri Dakka Selangkah Lagi Jadi Anggota DPR RI, Gantikan Rusdi Masse
- Hari Pertama Sekolah di Bulukumba, Andi Utta Ingatkan Bahaya Bullying dan Kekerasan Seksual
- Gebyar Musik Puncak Bergembira 2026 Siap Semarakkan HUT ke-15 Taman Wisata Puncak Bila Sidrap
- Munafri Arifuddin Antar Anak di Hari Pertama Sekolah, Pastikan MPLS 2026 di Makassar Berjalan Lancar
- Sutra Gowa Curi Perhatian di HUT Dekranas 2026, Wastra Sutra Dipakai Mendagri Tito Karnavian
Masyarakat sangat antusias dalam penyuluhan yang saya lakukan ini. Mereka menyadari bahwa dengan system tanam ini ternyata mudah apalagi dapat memanfaatkan barang bekas seperti botol dan paralon. Selain masa tanam yang singkat, metode ini juga tidak membutuhkan pestisida, tentunya gizi yang dihasilkan juga baik, jelas Rafika Dewi Pratiwi, mahasiswa tingkat akhir Polbangtan Gowa.
Lanjut Rafika, pekarangan yang ada ditengah masyarakat apabila dimanfaatkan dengan baik dapat menghasilkan jadi bukan hanya untuk konsumsi rumah tangga, tapi dapat menghasilkan rupiah dan membantu penghasilan keluarga dan mencukupi kebutuhan pangan keluarga dan masyarakat sekitar.
Rafika menambahkan pesan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) selalu mengatakan masyarakat harus terus tercukupi kebutuhan pangannya karena ini yang menjadi kekuatan bangsa. “Ditengah serangan virus Covid – 19 pertanian menjadi sumber kekuatan dan penyelamat bangsa,” kata SYL. Dan arahan tersebut dipertegas oleh Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, “Petani dan penyuluh terus bekerja untuk menyediakan pangan bagi 267 juta jiwa rakyat Indonesia, tentunya dengan mengikuti protokol pencegahan Covid – 19 baik dilapangan maupun dimanapun berada,” tegas Dedi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
