Didampingi Ketua Jurusan Pertanian dan seluruh Dosen pengampu serta PLP, sejumlah 212 mahasiswa DIV dan DIII pertanian dibekali pengetahuan seperti pengenalan alat ukur cuaca dan iklim, tata cara pengamatan unsur cuaca, mengenal perbedaan cuaca dan iklim serta proses pembentukan awan hujan.
Selain itu mereka diberikan pemahaman informasi produk- produk BMKG, prakiraan iklim dan musim, penyimpangan iklim dan iklim ekstrim.
Melalui kunjungan tersebut diharapkan mahasiswa sebagai calon petani milenial dapat menambah wawasan tentang informasi iklim dan musim dalam menunjang pola tanam, sehingga dapat meningkatkan kualitas maupun kuantitas produksi pertanian di masa mendatang.
Ketua Jurusan Pertanian, Ramli mengatakan bahwa praktek lapang tersebut disesuaikan dengan mata kuliah yang dipelajari di kelas.
“Kunjungan praktek lapang di BMKG Sulsel disesuaikan dengan mata kuliah klimatologi yang membahas tentang iklim dan cuaca yang dihubungkan dengan budidaya tanam” ujar Ramli.
- Tingkatkan Kompetensi, Kementan Bekali Skill Financial Report Petani Muda Sulsel
- Ketua DPRD Sulsel Fasilitasi Petani Milenial Barru untuk Mengikuti Smart Farming
- Mentan Amran Lepas Ribuan Mahasiswa Polbangtan, Kawal Program Pertanian
- Wujudkan Swasembada Pangan melalui Pompanisasi, Kementan Bakal Libatkan Peran Petani Millenial
- Percepat Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian? Ini Program Yang ditawarkan Kementan
Pada saat kunjungan mahasiswa bukan hanya saja diberikan pengetahuan teori klimatologi, namun mereka juga melihat secara langsung cara kerja berbagai alat pengukur iklim dan cuaca serta produk yang dihasilkannya.
Diharapkan melalui metode praktik lapang tersebut, para calon petani milenial adaptif terhadap teknologi modern dan perubahan iklim untuk mendorong optimalisasi hasil pertanian.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
