Anwar Abbas Sebut Pembentukan Cyber Army Hukumnya Halal, YM Sindir: Halal-Haram Bisa Diatur, Apalagi Jika Ada 10 M

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Yusuf Muhammad (YM) menyindir Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia atau Waketum MUI, Anwar Abbas yang mengatakan bahwa pembentukan cyber army (pasukan siber) itu hukumnya halal.

Yusuf Muhammad menyindir bahwa persoalan halal dan haram bisa diatur, apalagi jika ada ganjaran RP10 Miliar.

Sebagaimana diketahui, Hibah Pemerintah DKI Jakarta ke MUI DKI ini memang sempat dikait-kaitkan dengan pembentukan cyber army untuk melindungi Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Baca Juga: Sindir Keras HNW, Yusuf Muhammad: Yang Kena OTT Bupati dari...

“Halal haram bisa diatur, apalagi jika ada 10M. Betul Gak?” kata Yusuf Muhammad melalui akun Twitter pribadinya pada Selasa, 23 November 2021.

Sebelumnya, Anwar Abbas mengaku pihaknya mendukung wacana MUI DKI Jakarta yang mau membentuk cyber army tandingan untuk melindungi Anies Baswedan dari serangan para buzzer.

Baca Juga: Anak Kiai Pelaku Pencabulan Tak Bisa Ditangkap Polisi, Yusuf Dumdum:...

“Kita mendukung MUI DKI membentuk cyber crime,” kata Anwar Abbas pada Senin, 22 November 2021, dilansir dari Populis.

Sekedar catatan, pembentukan cyber army ini sempat mengundang sindiran dan kritik karena sebelumnya, MUI pernah mengeluarkan bahwa buzzer itu haram.

Namun, Anwar Abbas mengatakan bahwa menurut ajaran Islam, pembentukan cyber army ini halal selama bertujuan untuk kebaikan.

Baca Juga: Anak Kiai Pelaku Pencabulan Tak Bisa Ditangkap Polisi, Yusuf Dumdum:...

“Jadi kalau dilihat dari perspektif ajaran agama islam Hukum dasar membuat siber itu adalah halal atau boleh,” katanya.

Anwar Abbas melanjutkan bahwa keberadaan pasukan siber ini harus melaksanakan tugasnya dengan benar.

“Yaitu melakukan dakwah nahi mungkar, menyeru kepada kebaikan dan mencegah mencegah perbuatan tidak baik,” ungkapnya.

Adapaun salah satu pihak yang menentang pembentukan pasukan siber ini adalah Pengamat Politik Universitas Al Azhar, Ujang Komarudin.

Ujang Komarudin menilai bahwa sebaiknya, MUI DKI tak ikut campur jika Anies Baswedan diserang oleh buzzer.

“MUI DKI Jakarta tak usah ikut campur urusan Anies, nanti MUI DKI Jakarta akan dituduh bermain politis,” katanya.

Ujang mengatakan bahwa semestinya bukan MUI DKI Jakarta yang membuat cyber army untuk melindungi Anies Baswedan, melainkan Tim Anies saja.

“MUI tak perlu juga membala-bala Anies. Biar yang bela Anies pasukannya Anies sendiri,” katanya.

Bagikan