Terkini.id, Jakarta – Politisi Partai Ummat, Mustofa Nahrawardaya melontarkan sindiran kepada pegiat media sosial, Yusuf Muhammad yang menyinggung soal larangan untuk berteman dekat dengan non-muslim.
Mustofa Nahrawardaya menilai bahwa Yusuf Muhammad tidak seharusnya heran dengan firman Allah yang sudah pasti benar.
“Firman Allah, kok diherani. Padahal, firman Allah itu, sudah pasti benar,” katanya pada Selasa, 9 Oktober 2021.
Bersama pernyataannya, Mustofa membagikan video TikTok Yusuf Muhammad yang mengaku heran dengan orang yang melarang umat Islam berteman dengan non-Islam.
“Saya tuh heran, ada yang mengatakan, silakan berteman dengan mereka yang non-Islam, tapi jangan berteman dekat dengan mereka,” kata Yusuf Muhammad.
- Ajak Masyarakat Dukung Roy Suryo, Mustofa Nahra Diserbu Warganet: Salah Kok Dibela
- Kaesang Kena Sentil Politisi Partai Umat Soal Kepemilikan Persis Solo: Tweet Paling Norak yang Saya Baca
- Mustofa Nahrawardaya: Parah, Abu Janda Kenapa Tidak Pernah Kena Hukuman?
- Soal Pejabat India Menghina Nabi, Partai Ummat: Hukum Mati, Cukup Jelas!
- Bandingkan Wanita Indonesia Dengan Arab, Kader Partai Ummat: Kalau Arab Cakep, Mancung!
“Lah kalau saya amati loh, yah, yang suka menipu terkait kasus umroh, haji, dan investasi bodong 212 mart itu siapa?” lanjutnya.
Dalam video itu, selanjutnya Mustofa Nahrawardaya yang mengatakan bahwa larangan berteman dekat dengan non-Islam itu ada di dalam Alquran surah Almaidah ayat 51.
Dilansir dari Republika, ada beberapa tafsiran soal surah Almaidah aya 51 ini. Berikut adalah tafsiran dari jalalain Al-quran dan Departemen Agama.
“(Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin) menjadi ikutanmu dan kamu cintai. (Sebagian mereka menjadi pemimpin bagi sebagian lainnya) karena kesatuan mereka dalam kekafiran. (Siapa di antara kamu mengambil mereka sebagai pemimpin, maka dia termasuk di antara mereka) artinya termasuk golongan mereka. (Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang aniaya) karena mengambil orang-orang kafir sebagai pemimpin mereka. (Tafsiran Jalalain Alquran)
“Hai orang-orang beriman, janganalah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebagian mereka adalah pemimpin yang bagi sebagian mereka yang lan. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (Tafsiran Departemen Agama)
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
