Aparat Akan Cari Hacker yang Kian Meresahkan, Ini Tanggapan Bjorka

Aparat Akan Cari Hacker yang Kian Meresahkan, Ini Tanggapan Bjorka

LA
R
Lilis Adilah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Peretasan dokumen Badan Intelijen Negara (BIN) yang dilakukan oleh hacker Bjorka yang klaim telah meretas dokumen penting BIN, akan diburuh oleh aparat.

Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono, mengatakan jika hacker Bjorka telah melanggar UU ITE san pihaknya akan segera memburu Bjorka.

Menanggapi hal ini, hacker Bjorka lantas memberikan tanggapannya yang ditulis melalui cuitannya di media sosial Twitter.

Hacker Bjorka mengatakan jika dirinya tidak yakin apa yang disampaikan oleh Kasatpres akan terjadi, yakni memburu dirinya.

Hal ini kata Bjorka, hingga saat ini belum ada yang bisa melacak siapa dan dimana dirinya berada setelah 21 hari dirinya membocorkan data rahasia itu.

Sehingga, Hacker Bjorka ragu bahwa orang-orang yang diperintahkan untuk mencarinya, akan mengalami kegagalan. Menurutnya, sejaka kebocoran data pertama kali, pihak aparat masih mengalami kebingungan untuk memulai dari mana dalam hal pencarian Bjorka.

“Kamu tau bahwa kamu dan semua orang tidak ada yang bisa melakukan itu? Karena sudah 21 hari sejak kebocoran pertama saya dan kalian semua masih bingung harus mulai dari mana.

Aparat Akan Cari Hacker yang Kian Meresahkan, Ini Tanggapan Bjorka

Selain itu, Bjorka meminta kepada siapapun untuk ikut bergabung melakukan protes dengan menggunakan topeng Bjorka. Menurut Bjorka, sudah saatnya revolusi.

“Mari bergabung dalam protes menggunakan topeng Bjorka dimanapun anda berada. Saatnya revolusi”, lanjut Bjorka.

Aparat Akan Cari Hacker yang Kian Meresahkan, Ini Tanggapan Bjorka

Sebelumnya, klaim Bjorka soal data rahasia BIN untuk Presiden Jokowi bocor, disebutkan adalah sebuah upaya penyebaran berita bohong dan termasuk pelanggaran UU ITE.

“Perlu saya tegaskan adalah itu sudah melanggar hukum UU ITE. Saya rasa pihak penegak hukum akan memproses secara hukum dan mencari pelakunya”, kata Heru Budi Hartono.

“Tidak ada surat-surat yang bocor”, tegas Heru.

Diwartakan sebelumnya, juru bicara BIN, Wawan Hari Purwanto juga telah angkat bicara. Dia mengatakan kabar dokumen bocor itu adalah hoax.

“Hoax itu, dokumen BIN aman terkendali, terenskripsi secara berlapis, dan semua dokumen pakai samara”, kata Wawan.

Dia menegaskan jika surat untuk presiden diberi pengamanan khusus sehingga menurutnya, hacker tidak akan bisa membobol situs BIN.

“Apalagi jika itu suarat atau dokumen ke Presiden, selalu dilakukan melalui kripto (sandi), dan kripto setiap saat diubah. Jadi dokumen BIN ke presiden tidak bocor”, tegasnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.