Aparat Diimbau Tidak Bubarkan Salat Id yang Digelar di Zona Hijau

Salat Idul Fitri di lapangan. (Foto: Merdeka)

Terkini.id, Jakarta – Ketua Komisi VIII DPR RI, Yandri Susanto meminta aparat pemerintahan dan keamanan untuk tidak membubarkan salat Idul Fitri (Id) di daerah yang masuk zona aman dari Covid-19.

“Agar tidak dibubarkan polisi/TNI, camat, RT, RW, kepala desa, bupati, gubernur,” kata Yandri dalam telekonferensi sidang isbat bersama Kementerian Agama, Jumat 22 Mei 2020.

Menurut dia, jika suatu Salat Id sudah diselenggarakan kemudian dibubarkan begitu saja tentu akan memicu persoalan lain bahkan memicu hal tidak kondusif.

Dia mengatakan ada kecenderungan ibadah melibatkan banyak massa tetap dilakukan umat Islam semasa Ramadan. Bukan tidak mungkin hal itu juga akan dilakukan oleh umat saat Salat Id.

Dalam mengatasi hal itu, Yandri mendorong para pemangku kepentingan agar mengedepankan dialog daripada tindakan represif.

Menarik untuk Anda:

Apabila tidak mengedepankan pendekatan dialogis, kata dia, dapat muncul penanda-penanda ketidakadilan seiring tekanan di rumah ibadah sementara kegiatan massa mal dan pasar jelang Lebaran justru penuh sesak dan tidak ditindak.

“Jika nanti 1 Syawal ada warga, umat kita yang tetap di masjid atau lapangan agar tidak ada tindakan represif atau pembubaran. Karena harus ada dialog yang bagus,” katanya dikutip dari merdekacom.

“Ada keluhan mal buka jam 11 pagi tutup 10 malam tidak dibubarkan, pasar penuh dibiarkan. Corona adalah musuh bersama. Ini agar ada ketegasan pemerintah untuk penerapan protokol kesehatan Covid-19,” kata dia.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Hoax, Ayah Habib Rizieq Pernah Berfoto dengan Presiden Sukarno dan Jenderal Sudirman

Peneliti Sebut Ratusan Orang Meninggal Akibat Hoaks dan Teori Konspirasi Covid-19

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar