Makassar Terkini
Masuk

Apes Banget! Baru Hari Ini Bebas dari Penjara, Mantan Walikota Ini Kembali Ditangkap KPK

Terkini.id, Jakarta – Mantan Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna salah satu mantan tahanan Lapas Sukamiskin kembali ditangkap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu 17 Agustus 2022.

Sebagai informasi bahwa Ajay Muhammad baru saja hari ini, Rabu 17 Agustus 2022 pagi bebas dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa barat 

Ajay padahal baru saja menyelesaikan masa hukumannya dalam kasus suap berkaitan proyek pengembangan RSU Kasih Bunda. Hal tersebut pun dibenarkan langsung oleh Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. 

Ia, menyebut Ajay ditangkap setelah keluar dari Lapas Sukamiskin, Bandung, pagi tadi.

“Informasi yang kami peroleh benar ditangkap kembali oleh tim penyidik KPK tadi pagi. Setelah yang bersangkutan (Ajay M. Priatna) keluar dari lapas Sukamiskin,” kata Ali seperti dikutip dari suara.com jaringan terkini.id.

Lanjut Ali menyebut hingga kini Ajay masih dalam pemeriksaan penyidik KPK di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Ali pun belum dapat membeberkan kasus apa lagi yang kembali menjerat Ajay.

“Saat ini masih dilakukan pemeriksaan penyidik di gedung merah putih KPK,” ucap Ali. 

Untuk perkembangan lebih lanjut, kata Ali, pihaknya akan memberikan informasi pada Kamis 18 Agustus 2022 besok. 
“Besok kami sampaikan perkembangannya ya,” imbuhnya. 

Seperti diketahui, dalam dakwaan eks penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju ditemukan bahwa adanya pemberian uang suap yang dilakukan Ajay agar dirinya tidak ditetapkan tersangka supaya kasusnya tidak dipidanakan.

Stepanus Robin kekinian sudah menjadi terpidana dan menjalani masa hukumn dalam kasus suap perintangan penyidikan sejumlah perkara di KPK.

Ajay disebut memberikan suap senilai Rp 507,39 juta kepada penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju agar tidak jadi tersangka.

“Bahwa untuk membantu Ajay Muhammad Priatna agar Kota Cimahi tidak masuk dalam penyidikan perkara bansos, terdakwa Stepanus Robin Pattuju dan Maskur Husain telah menerima uang seluruhnya Rp 507,39 juta,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Lie Putra Setiawan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, pada tahun 2021 lalu. 

Awalnya, sekitar Oktober 2020 di Lapas Sukamiskin, Robin, Agus Susanto dan Maskur Husain bertemu dengan Saeful Bahri yang merupakan kader PDIP sekaligus terpidana kasus korupsi pemberian suap kepada anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) periode 2017-2022, Wahyu Setiawan.

“Pada kesempatan tersebut, Maskur Husain menginformasikan terdapat kemungkinan Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna sedang menjadi target KPK dan Saeful Bahri lalu meminta agar Ajay Muhammad Priatna dibantu,” tutupnya. (suara.com jaringan terkini.id)